|
:: Abstract List ::

Page 3 (data 61 to 90 of 101) | Displayed ini 30 data/page << PREV
1 2 3 4 NEXT >>
| 61 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-76 |
|
Code Choice by The Teenagers at Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung 1) Dr. Drs. I Nyoman Muliana, M. Hum. (presenter), 2) Drs. Made Subur, M. Hum. (participant 1), 3) Drs. Anak Agung Gede Suarjaya, M. Hum. (participant 2)
Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra, Universitas Warmadewa
Abstract
The teenagers at Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung choose 3 kinds of languages for their communications. The choices were shown by the respondents of the research. The highest percentage of choice to Balinese language was made male respondents of low class (98,4%) to domains of family, neighbourhood, friendship, tradition, and religion. The male respondents of high class (94%) made choices to Balinese language for communications in domains of family, neighbourhood, friendship, tradition, and religion. Female respondents of low class (87,2%) made choices to Balinese language for daily communications in domains of family, neighbourhood, friendship, tradition, and religion. Female respondents of high class (83%) made choices to Balinese language for daily communications in domains of family, neighbourhood, friendship, tradition, and religion. The factors of the language choice among the teenagers at Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung are language attitude, language value, and demography.
Keywords: language choice, teenagers, domain
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Nyoman Muliana)
|
| 62 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-77 |
|
ABSTRAK PENELITIAN IGB SURYAWAN I Gusti Bagus Suryawan
Universitas Warmadewa
Abstract
Sebelum tahun 1990 an, belum ada lembaga yang mengelola obyek dan daya wisata Batur. Pada tahun 2017 dibentuk badan pengelola kawasan pariwisata, tapi pada saat itu kewenangannya terbatas pada pengenaan retribusi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pariwisata geopark. Belum jelas lembaga yang berwenang menata kawasan pariwisata, sehingga muncul masalah : Lembaga yang berwenang menata kawasan pariwisata dan faktor-faktor yang mempengaruhi penataan kawasan pariwisata.
Metode penelitian yang digunakan penelitian hukum empirik. Teknik analisis yang akan digunakan adalah Legal-Content Analysis dan Futuristic Analysis. Penelitian hukum ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yaitu Badan yang berwenang menata kawasan pariwisata Batur UNESCO Global Geopark Kabupaten Bangli.
Kewenangan badan pengelola terbatas hanya dalam pemungutan retribusi, sedangkan untuk adanya peningkatan yang signifikan, maka kewenangan badan tersebut bukan sekedar memungut retribusi wisatawan, tetapi juga menata kawasan tersebut untuk meningkatkan daya tarik wisatanya. Hasil Pembahasan dari regulasi kewenangan penataan kawasan wisata adalah KSDA Bali dan Pemda Bangli, demikian juga belum terlaksananya penataan kawasan berdasarkan kelestarian alam, pemberdayaan masyarakat, dan kemajuan ekonomi lingkungan.
Sedangkan simpulan dan saran adalah bahwa Badan Pengelola belum berwenang melakukan penataan kawasan pariwisata. Faktor yang berpengaruh terhadap penataan kawasan pariwisata adalah substansi perda Bangli, tentang rt rw, penegak perda, dan budaya hukum masyarakat setempat. Saran agar badan pengelola kawasan pariwisata harus dirubah menjadi Perumda. Penegakan hukum harus ada sinergi antar Pemda Bangli dan BKSDA Bali.
Keywords: kewenangan, penataan ruang
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Gusti Bagus Suryawan)
|
| 63 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-78 |
|
LIQUIFACTION POTENTIAL IN THE COAST OF NUSA DUA BEACH, BALI I Wayan Ariyana Basoka1, I Ketut Yasa Bagiarta2
Department Civil Engineering, Faculty of Engineering and Planning, Universitas Warmadewa,
Jl. Terompong No.24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 802391,2
Abstract
Earthquakes that occur in coastal areas with conditions of not dense sandy soil layers and shallow water levels can cause liquefaction. The phenomenon of unanticipated liquefaction will have an impact on building collapse and the occurrence of significant casualties and material losses. Therefore, this study will analyze the potential for liquefaction on the coast of Nusa Dua, Bali. In this study, an initial identification of the potential liquefaction was carried out. Based on the results of the initial identification, it was obtained that the Nusa Dua Bali area met the initial criteria for liquefaction, indicated by: 1. The soil structure is dominated by sandy, 2. The surface of the ground water is shallow, 3. The potential for earthquakes that may occur , 4. Dense buildings and hotels which become vulnerable during liquefaction. Henceforth, it is necessary to carry out a more analysis of liquefaction potential is.
Keywords: identification, liquefaction, mitigation
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Wayan Ariyana Basoka)
|
| 64 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-80 |
|
DEKONTRUKSI ORIENTASI KEBIJAKAN HUTAN DESA (Studi Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng) I Wayan Rideng, Ketut Adi Wirawan, I Made Minggu Widyantara
Universitas Warmadewa Fakultas Hukum Jl. Terompong No. 24 Tanjung Bungkak, Denpasar Timur
Abstract
Mengacu Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, setiap daerah layak memiliki hutan seluas minimal 30 % (tiga puluh persen) dari luas daerah aliran sungai dan atau pulau dengan sebaran yang proporsional. Sebagai upaya rekovensi ataupun pelestarian hutan maka tindakan pemerintah harus bersinergis dengan masyarakat. dengan diterbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor P.83/Menlhk/Setjen/Kum.1/10/2016 tentang Perhutanan Sosial. Sebagaimana ketentuan dalam Pasal 4 diatur, bahwa ruang lingkup pengaturan ini antara lain: Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Kemitraan, dan Hutan Adat. Terdapat 5 (lima) bentuk skema pengelolaan hutan yang diaturnya. Pemerintah Provinsi Bali menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 2017/03-L/HK/2015 tentang Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD) di Kawasan Hutan Lindung, salah satunya pada di Hutan Desa Wanagiri. Implementasi HPHD Wanagiri selanjutnya berkembang untuk kepentingan pariwisata, tanpa melibatkan lembaga adat (seperti- Lembaga Perkreditan Desa (LPD)). Jika mengacu pada izin yang terbit maka orientasi kebijakan Hutan Desa (HPHD) Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng hanya berorientasi secara rigrid pada Desa Dinas tanpa manaruh orientasi pada Desa Adat Wanagiri. Beranjak dari gambaran tersebut di atas, maka pada penelitian ini akan dilakukan penelitian dengan model sosio-legal research guna menemukan dekonstruksi orientasi program Hutan Desa (studi di Hutan Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng), sehingga Desa Adat juga memiliki peran yang memadai dalam program Hutan Desa. Mengingat keberadaan Desa Adat saat ini telah diperkuat keberadaanya, sebagai subyek hukum dengan diterbitkannya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.
Keywords: Dekonstruksi- Orientasi- Kebijakan Hutan Desa- Lembaga adat
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Wayan Rideng)
|
| 65 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-81 |
|
EMPOWERMENT OF WOMEN^S DISABILITIES (KOLOK) IN BENGKALA VILLAGE DISTRICT KUBUTAMBAHAN REGENCY BULELENG IN BALI Dr. Pande Wayan Renawati, S.H., M.Si.
Lecturer at the Brahma Widya Masters Program, Postgraduate Program
at the State Hindu University IGB Sugriwa Denpasar
Abstract
Every human being has flaws and weaknesses, some are normal and some are flawed, such situations must be combined into a capable force in developing ideas and ideas. Likewise, the lives of people with disabilities / kolok, especially women in Bengkala Village, Kubutambahan District, Buleleng Regency in Bali, basically have a zest for life, but if not directed automatically their talents will be hidden.
The method used is a qualitative method. Women with disabilities / kolok are given ways to develop themselves through massage, yoga, weaving and cooking cakes and vegetables in order to have a sense of care for themselves and understand the others they face. In addition, with yoga, kolok residents, especially women, are able to refrain from their emotions and egos. So it is necessary to empower kolok women so that their lives are efficient and effective, and always benefit society.
Keywords: Empowerment of Women and People with Disabilities / Kolok.
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Pande Renawati)
|
| 66 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-82 |
|
IDENTIFIKASI HIRARKI DESAIN KAWASAN RAMAH PEJALAN KAKI MELALUI ANALISIS SKALOGRAM DI KOTA DENPASAR GDE BAGUS ANDHIKA WICAKSANA, S.T., M.T. (NIDN : 0801079201) I GEDE SURYA DARMAWAN, S.T., M.T. (NIDN : 0814079201)
Universitas Warmadewa
Abstract
Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya menyebabkan mereka perlu bergerak dan saling berhubungan, hal ini membuat mobilitas menjadi bagian integral dari suatu fungsi masyarakat yang menunjukan hubungan yang erat dengan gaya hidup, jangkauan dan lokasi dari kegiatan yang produktif. Dalam lingkup sebuah kota, keberadaan ruang publik merupakan suatu elemen utama kota yang menentukan hubungan atau interkoneksi antar lapisan masyarakat maupun dengan lingkugan kota itu sendiri. Namun seiring dengan waktu, Kawasan perkotaan tidak lagi mengakomodir pejalan kaki, melainkan keberadaan kendaraan bermotor. Skala manusia kawasan perkotaan dirancang dengan pertimbangan berdasarkan keleluasaan kendaraan saja sehingga menggeser minat masyarakat untuk berjalan kaki. Kota Denpasar merupakan daerah perkotaan dengan segala jenis aktivitas baik dari pendidikan, perkantoran, kebudayaan maupun sebagai sarana rekreasi. Segala macam sarana dan prasarana pun dirancang untuk memenuhi tuntutan kegiatan ini, khususnya terhadap pejalan kaki. Pemerintah kota berharap segala lokasi dapat dengan mudah dicapai melalui berjalan kaki, namun dalam implementasinya terdapat kawasan-kawasan yang masih minim pejalan kaki. Oleh karena itu pada penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi factor-faktor dan kawasan-kawasan yang berpotensi sebagai lokasi pejalan kaki yang kemudian direpresentasikan dalam hirarki sebagai perhitungan derajat tingkat keramahan pejalan kaki bagi suatu kawasan.
Keywords: Hirarki, Ramah, Pejalan kaki, Perkotaan
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Gde Bagus Andhika Wicaksana)
|
| 67 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-83 |
|
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP DESA WISATA DI BALI BERBASIS KEARIFAN LOKAL I WAYAN WESNA ASTARA, I NYOMAN PUTU BUDIARTHA, PUTU AYU SRIASIH WESNA
UNIVERSITAS WARMADEWA
Abstract
Pulau Bali memiliki keunikan sendiri karena bermukimnya masyarakat adat Bali (etnis Bali) yang mayoritas agama Hindu, memiliki adat istiadat dan kebudayaan yang tidak dijumpai di Indonesia bahkan dunia. Keagungan nilai Budaya Bali tidak saja diakui oleh negara Republik Indonesia, bahkan dunia mengakui dengan memberikan perlindungan terhadap pengairan model Bali (subak). Oleh karena itu, perlindungan hukum terhadap masyarakat Bali khususnya Desa Wisata di Bali yang berbasisnya agama Hindu, tradisi local, adat, dan kebudayaan Bali menjadi penting dan sangat relevan untuk diteliti. Tujuan penelitian ini dapat menemukan nilai baru dalam kearifan local dalam mengelola desa wisata di Bali. Nilai kearifan local dalam pengelolaan kepariwisataan apabila negara dan masyarakat adat di Bali tidak mampu negara memberikan perlindungan, maka keberlanjutan pariwisata budaya akan terancam. Desa adat di Bali memiliki potensi dalam mengembangkan wisata berbasis kearifan local apabila digali, berupaya menelaah potensi wisata pedesaan (ekowisata) di berbagai Kabupaten di Bali terutama Kabupaten Badung, Tabanan, Bangli, Gianyar dan Denpasar, maka Perlindungan Desa Wisata Berbasis kearifan lokal serta pariwisata berkelanjutan bukan menjadi harapan saja, tetapi menjadi basis sosial masyarakat Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris, dengan pendekatan antropologi hukum dan sosiologi hukum.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap desa wisata dapat diwujudkan dalam bentuk Perundang-undangan, Peraturan Daerah Provinsi Bali?Peraturan Daerah Kabupaten/Kota dan/atau Peraturan Bupati dan lain-lain. Pariwisata dengan mass tourism di Bali, pemerataan hasil pariwisata hanya dinikmati secara maksimal di tiga kabupaten/kota di Bali, kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, dan kota Denpasar. Respons terhadap mass tourism, maka Ekowisata sebagai alternative pariwisata di Bali. Hukum pariwisata dan nilai kearifan lokal seperti Agama Hindu, fi
Keywords: Perlindungan hukum, Desa Wisata, nilai kearifan local
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Wayan Wesna Astara)
|
| 68 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-84 |
|
STUDI AKSESIBILITAS PADA RUANG TERBUKA PUBLIK TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS DI DENPASAR (STUDI KASUS : PUPUTAN BADUNG) MADE ANGGITA WAHYUDI LINGGASANI, S.T., M.T. (NIDN : 0814079201) GDE BAGUS ANDHIKA WICAKSANA, S.T., M.T. (NIDN : 0801079201)
Universitas Warmadewa
Abstract
Ruang terbuka publik merupakan suatu konsep ruang untuk mengakomodasi masyarakat dari seluruh kalangan dan latar belakang, dalam artian ruang terbuka publik juga harus mempertimbangkan keberadaan kaum difabel. Suatu ruang terbuka publik dianggap gagal apabila ruang tersebut tidak mampu mengakomodasi masyarakat difabel. Lapangan Puputan Badung merupakan salah satu ruang terbuka hijau yang ada di kota Madya Denpasar. Tempat ini digunakan untuk berkumpulnya warga denpasar khususnya warga yang tinggal di seputaran Denpasar. Tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh warga sekitar yang ingin menghabiskan waktu senggangnya sambil berolahraga atau sekedar bersantai. Dibalik maraknya perencanaan dan perancangan taman kota ini, terdapat isu mengenai pemerataan sasaran pengguna menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan agar seluruh kalangan termasuk para disabilitas atau penyandang cacat mendapatkan porsi yang serupa untuk turut serta menikmati taman kota terutama dalam hal pengadaan aksesibilitas. Keberadaan ruang publik sebagai salah satu entitas ruang kota merupakan satu kesatuan yang tidak dipisahkan dengan sistem kota.yang memiliki peranan sebagai pemenuhan kebutuhan hidup bagi masyarakat yang meliputi tempat tinggal, bekerja, dan rekreasi. Penelitian ini akan berfokus pada salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam pengadaan fasilitas publik, aspek tersebut adalah aspek aksesibilitas. Aksesibilitas adalah kemudahan yang disediakan bagi semua orang termasuk penyandang cacat dan lansia guna mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan. Taman kota sebagai salah satu ruang publik nantinya akan lebih menjamin aksesibilitas difabel (differently able).
Keywords: difabel, Ruang Terbuka Publik, Aksesibilitas
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Made Anggita Wahyudi Linggasani)
|
| 69 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-85 |
|
THE UTILIZATION OF BLACK STONE WASTE AS AN ALTERNATIVE MATERIAL TO REPLACE PARTIAL CEMENT AND AGGREGATE IN CONCRETE I. W. Gde Erick Triswandana(1). Putu Aryastana(1). Christian Winata(2). I Made Ardantha(1).
(1) Warmadewa University, Bali
(2) National Central University, Taiwan
Abstract
Concrete is the most common construction material used to improve infrastructure in developing countries, especially in the Southeast Asia Region. Every ton of cement produced leads to about 0.9 tons of CO2 emissions with a typical cubic yard of concrete contains around 10% by weight of cement. Besides, the availability of black stone waste has increased significantly in Bali Province. This is due to the waste product from building ornament craftsmen in the form of powder, granules, chunks up to 30% of total production along with the absence of a waste management regulation, which has the potential to cause damage to the surrounding environment. It is known that black stone contains 40 - 75% of silica compound which has the potential to replace partially cement and aggregate in concrete. To address those issues, this study aims to utilize black stone waste as cement and aggregate replacement with a weight ratio of cement: fine aggregate: the coarse aggregate of 1: 2: 3 and w/c ratio kept at 0.4, 0.45, 0.5 respectively. The black stone powder was substituted as cement by 5%, 7.5%, and 10%. Meanwhile, the black stone aggregate was replaced by 25% of fine aggregate and 25%, 50% of coarse aggregate. The cylindrical specimens with a diameter of 150 mm and a height of 300 mm were tested on compressive strength and unit weight at 28 days of water curing to compare the effect of replacing black stone waste in concrete. A mixture without black stone waste was used as a control mixture. The results showed that 7.5% of black stone powder (BSP) and 25% of the black stone aggregate (BSA) achieved the highest strength compared to the control mixture when the w/c ratio kept at 0.4, 0.45, respectively. On the contrary, the compressive strength was significantly reduced by utilizing black stone waste at the w/c ratio 0.5. Thus, it can be concluded that cement and aggregates could be replaced by BSP not more than 7.5% and BSA not more than 25%, respectively. It is expected that black
Keywords: Black stone waste, cement replacement, aggregate replacement, water-cement ratio, compressive strength
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Erick Triswandana)
|
| 70 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-86 |
|
EVALUATION OF PARKING NEEDS (CASE STUDY: WARMADEWA UNIVERSITY) Ni Made Widya Pratiwi (a), I Wayan Widanan (a)
Faculty of Technology and Planning, Warmadewa University
Abstract
Warmadewa University is one of the largest private universities in Bali Province, which is located in Denpasar City. Warmadewa University consists of 14 Study Programs (S1) and 3 Postgraduate Programs (S2). Of the number of study programs offered, of course it has a very large number of students, where most students, lecturers, and employees use motorbikes or four-wheeled vehicles. The problem that is often faced is the need for parking space. With the limited parking space available, it is of course a big task for Warmadewa University in managing the parking space requirements. This study aims to evaluate the parking space requirements of Warmadewa University. The methodology used, namely field surveys, data collection, and calculation of SRP requirements. Based on survey results and analysis, most vehicles entering Warmadewa University occurred at 08.00 - 08.15 WITA. This hour is the busiest hour for vehicles to enter the location. The attraction of the trip caused by the operation of Warmadewa University during the peak hours was 199.2 pcu / hour with 58 light vehicles, and 353 motorbikes. So that a parking space of 58 SRP is needed for 4-wheeled vehicles and 353 SRP for 2-wheeled vehicles at the same time.
Keywords: Generation, Attraction, Parking
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Ni Made Widya Pratiwi)
|
| 71 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-87 |
|
PENGGALIAN DAN INTERNALISASI NILAI-NILAI PANCASILA BERBASIS KEARIFAN LOKAL BALI DALAM RANGKA PENGUATAN WAWASAN KEBANGSAAN I NyomanWiratmaja, I Wayan Gede Suacana, I Wayan Sudana
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - Universitas Warmadewa
Email: suacana[at]gmail.com
Abstract
Konsensus terhadap Pancasila tidak hanya karena semua pihak secara mendalam menyadari perlunya membangun Wawasan Kebangsaan dan Persatuan Indonesia, tetapi juga karena Pancasila memuat unsur-unsur yang dijunjung tinggi oleh semua golongan dan lapisan masyarakat Indonesia. Pancasila dari Dimensi Realitanya mengandung makna bahwa nilai-nilai dasar ideologi bersumber dari nilai-nilai yang riil hidup di dalam masyarakatnya yang sangat majemuk, termasuk nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh berkembang dalam kehidupan masyarakat Bali.
Tujuan penelitian di tahun pertama ini adalah menggali Nilai-nilai Pancasila Berbasis Kearifan Lokal Bali dalam rangka Penguatan Wawasan Kebangsaan. Manfaat penelitian ini adalah untuk memperkaya bahan studi yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan dan dapat memberikan kontribusi pemikiran sebagai rekomendasi kebijakan tentang revitalisasi nilai-nilai Pancasila.
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kualitatif dengan tahapan: pengumpulan data primer dan sekunder, memilih teori untuk mengkaji data, menganalisis dan menginterpretasikan data yang telah diseleksi, serta melakukan penulisan dan konstruksi hasil penelitian.
Masyarakat Bali dalam praktik kehidupan sehari-hari mempunyai kearifan lokal yang tidak dapat dilepaskan dari ajaran agama Hindu, yang selalu menjaga keseimbangan Skala dan Niskala. Tri Hita Karana, Tri Kaya Parisudha, Vasudhaiva Kutumbakam, Loka Samasta Sukhina Bhavantu, Bhinneka Tunggal Ika, Tat Twam Asi, Yadnya, Ngayah, Sangkep, dan nilai-nilai kearifan lokal lainnya adalah nilai-nilai kearifan lokal yang sangat sejalan dengan Pancasila.
Keywords: Nilai-nilai Pancasila- Kearifan Lokal Bali- Wawasan Kebangsaan
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Wayan Gede Suacana)
|
| 72 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-88 |
|
The Relationship Between The Characteristics of Agroclimate in The Flowering Phenology of Siam Orange (Citrus nobilis var microcarpa) Ni Putu Anom Sulistiawati, Ni Komang Alit Astiari, I Nengah Suaria
Department of Arotechnology, Faculty of Agriculture, Warmadewa University
email : Department of Arotechnology, Faculty of Agriculture, Warmadewa University
Abstract
The Siamese jaruk plant is one type of plant that is widely cultivated as a plantation crop, the cultivation of the Siamese citrus plant is very dependent on the climatic conditions in an area. This study aims at the first year 1. To determine the distribution of microclimate conditions in three locations, Kintamani District, Bangli Regency, Petang District, Badung Regency, and Payangan District, Gianyar Regency. (2) This is to determine the productivity distribution of Siamese oranges in three locations, Kintamani District, Bangli Regency, Petang District, Badung Regency, and Payangan District, Gianyar Regency. (3) To analyze differences in microclimate conditions and productivity of Siamese oranges based on rainfall and duration of rainy days. This research was conducted in three locations, Kintamani District, Bangli Regency, Petang District, Badung Regency, and Payangan District, Gianyar Regency. Second year to determine the effect of the type of heartburn and the elevation of the mounds on the phenology of flowering and the quality of chayote. This research is a descriptive study with data collection methods using observation and document recording. The results showed that climatic elements had an influence on the formation of blooming flowers, the number of flowers formed and until the formation of fruit-sets per citrus plant was observed. that is, respectively 87.56 and 45 per tree
Keywords: Rainfall, microclimate, siam orange
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Ni Putu Anom Sulistiawati)
|
| 73 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-89 |
|
Identification and Characteristics of The Genetic Resources of Citrus Plants in Bangli Regency, Bali I Nengah Suaria, Ni Putu Anom Sulistiawati, Ni Komang Alit Astiari
Department of Agrotechnology, Faculty of Agriculture, Warmadewa University
email : nsuaria[at]gmail.com
Abstract
Research on Morphological Characteristics of Some Citrus Plants (Citrus sp) in Bangli Regency. Citrus fruit plants are a small part of the types of fruit cultivated in Bangli-Bali, starting from June to October 2020. This study aims to determine information on the morphological characteristics of citrus plants found in Bangli Regency. The research was conducted using descriptive methods. Sampling was not limited to each selected sub-district. The samples taken were fruit, flowers, and leaves, then the samples were put into a nut envelope before identification and characterization was carried out. Data collection and processing was carried out by describing morphological characteristics such as: the shape of the stems, fruit, flowers and leaves of citrus plants. The results of this study obtained 24 types of citrus plants in Bangli Regency. There are differences in morphological characteristics of the diversity of citrus plants in Bamgli Regency. The kinship analysis of the 24 types of citrus sampled based on 30 characteristics means that there is a very close relationship between the Siamese citrus species and the tangerines, based on the shape of the fruit, namely on the coefficient or similarity of 93%, a very far relationship is found in small lime, namely at coefficient of 50%
Keywords: Genetic Power, Identification, Orange, Morphology
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Nengah Suaria)
|
| 74 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-90 |
|
MENYUSUN STRATEGI PENGELOLAAN CSR BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT SEKITAR HOTEL BINTANG LIMA DI BALI Luh Kade Datrini dan I Gusti Ayu Intan Saputra Rini
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa, Denpasar
Abstract
Industri perhotelan dipandang sebagai industri yang menyediakan banyak lapangan pekerjaan dan berkontribusi terhadap ekonomi lokal dan global. Meski demikian, industri perhotelan merupakan industri dengan dampak global yang signifikan, sehingga dituntut untuk serius dalam melakukan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Industri perhotelan harus bertanggung jawab tidak hanya terhadap para pemegang saham, namun juga terhadap masyarakat lokal bahkan masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan CSR hotel bintang lima di Bali, menganalisis persepsi masyarakat sekitar terhadap CSR hotel serta menyusun strategi CSR yang tepat bagi hotel. Sampel responden dipilih dengan purposive sampling dan data dalam penelitian diperoleh dengan wawancara dan penyebaran kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian membuktikan bahwa: CSR hotel bintang lima di Bali tidak memiliki bidang otonom dan tidak memiliki otoritas anggaran sendiri. Aktivitas CSR hotel sebagian besar berupa pemberian sumbangan (philanthropy). Kegiatan CSR hotel hanya 29% yang dipersepsikan rendah oleh masyarakat sekitar. Akhirnya, kajian ini mampu menghasilkan strategi pengelolaan CSR bagi hotel bintang lima di Bali.
Keywords: Aktivitas CSR- Persepsi Masyarakat Sekitar dan Strategi Pengelolaan CSR
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Gusti Ayu Intan Saputra Rini)
|
| 75 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-92 |
|
MODEL PERAN KESADARAN LINGKUNGAN DAN GREEN INTELLECTUAL CAPITAL UNTUK MENCAPAI GREEN COMPETITIVE ADVANTAGE Partiwi Dwi Astuti1(a*), Luh Kade Datrini (b)
a) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa
*partiwi_astuti[at]yahoo.co.uk
b) Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Warmadewa
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah menguji peran kesadaran lingkungan dan GIC bagi green competitive advantage di industri manufaktur menengah di Propinsi Bali, Indonesia. Hubungan antara kesadaran lingkungan dengan tiap elemen GIC-green human capital, green relational capital, green structural capital-diuji dalam penelitian ini. Pengujian juga dilakukan untuk menguji hubungan tiap komponen GIC dengan green competitive advantage. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner secara online. Sejumlah 237 kuesioner dikirimkan ke pimpinan perusahaan manufaktur menengah di Propinsi Bali, Indonesia. Kuesioner yang kembali dan dapat dianalisis sebanyak 72 (30.73%). Analisis data dilakukan menggunakan variance-based structural equation modeling dengan pendekatan partial least square (SEM-PLS) dengan WarpsPLS 7.0. Temuan menunjukan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara kesadaran lingkungan dengan tiap komponen green intellectual capital (GIC): kesadaran lingkungan dengan green human capital, kesadaran lingkungan dengan green relational capital, dan kesadaran lingkungan dengan green structural capital. Temuan juga menunjukan bahwa tiap komponen GIC berhubungan positif signifikan dengan green competitive advantage, green human capital dengan green competitive advantage, green relational capital dengan green competitive advantage, dan green structural capital dengan green competitive advantage. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa going green melalui adopsi praktik hijau dapat berkontribusi terhadap keunggulan kompetitif. Penelitian ini merupakan upaya pertama untuk membangun model empirik green competitive advantage melalui peran kesadaran lingkungan dan GIC, yang merupakan kebaruan penelitian ini.
Keywords: kesadaran lingkungan, green intellectual capital, green competitive advantage, green human capital- green relational capital, green structural capital
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Partiwi Dwi Astuti)
|
| 76 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-93 |
|
RUMUSAN IDENTITAS-TEMPAT PERMUKIMAN TRADITIONAL YANG BERKEMBANG PESAT AKIBAT PERTUMBUHAN INVESTASI PARIWISATA Studi Kasus: Identitas-tempat Kawasan Pariwisata Ubud di Abad ke-21 I Nyoman Gede Maha Putra, I Made Bayu Adhinata, Ni Wayan Nurwarsih
Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali
Abstract
Kawasan Ubud, di Gianyar-Bali, adalah tempat yang memiliki daya Tarik yang kuat karena keunikan identitas-tempatnya yang berakar pada kehidupan lampu. Ruang-ruang serta aktivitas tradisional yang berlangung di dalamnya tetap terjaga, namun kini mengalami perubahan pesat di bidang tata ruang dan arsitektur akibat tingginya investasi di bidang pariwisata. Hal ini justru mengancam identitas-tempat kawasan yang terletak di tengah pulau Bali tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rumusan identitas-tempat kawasan permukiman yang berakar pada tradisi namun tetap memberi manfaat bagi masyarakatnya yang hidup pada era keterbukaan informasi dan teknologi sehingga dipengaruhi oleh tren global pada abad ke-21. Identitas-tempat berkaitan erat dengan memori dan pengalaman seseorang, baik yang tinggal dan hidup di suatu tempat maupun pengunjung yang datang namun tidak menetap di sana. Identitas tempat dapat tertuang dalam narasi-tempat. Ia membentuk makna secara individu maupun kolektif. Untuk mendefinisikan identitas-tempat Kawasan Ubud akan dilakukan tiga tahapan penelitian. Pertama telaah kritis terhadap literatur akan dilakukan untuk menyusun kerangka konsep identitas-tempat yang sesuai dengan karakteristik Ubud. Pada tahap kedua akan dilakukan analisa historis dengan menggunakan metode urban morfologi. Analisis morfologi dilakukan sejak periode dikenalkannya Ubud sebagai Kawasan pariwisata sampai dengan hari ini. Peta akan dikumpulkan dari rencana tata kota dan survey tata ruang dan bangunan. Karena indentitas tempat terkait erat dengan pengalaman dan memori manusia, maka pada tahap ketiga akan dilakukan wawancara kualitatif terhadap sample penduduk lokal dan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Ubud. Jumlah sample akan ditentukan secara purposive sampling untuk mewakili individu dan kelompok pengguna tempat yang berbeda-beda. Penelitian ini akan menghasilkan kebaruan dari sisi 1) kerangka teoritis identitas-tempat untuk permukiman tradisional yang berkembang pesa
Keywords: identitas-tempat- transformasi kota- permukiman tradisional- pariwisata budaya
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Nyoman Gede Maha Putra)
|
| 77 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-94 |
|
MAKNA PENATAAN RUANG KAWASAN PERDESAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM SISTEM PENATAAN RUANG NASIONAL Dr. Ni Made Jaya Senastri, I Wayan Arthanaya, SH.MH. I Ketut Adi Wirawan, SH.MH
Fakultas Hukum, Universitas Warmadewa
Abstract
Abstrak
Dalam makna penataan ruang kawasan perdesaan berkaitan erat dengan asas keserasian, keselarasan, keseimbangan antara kehidupan masyarakatnya dengan lingkungan sekitarnya. Kehidupan masyarakat di kawasan perdesaan bersumber dari kearifan lokal dan dalam prinsip kearifan lokal terdapat makna harmonisasi kehidupan baik secara vertikal yaitu kehidupan harmonis antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, maupun horisontal yaitu kehidupan yang harmonis antara manusia dengan manusia dan manusia dengan alam semesta dalam memanfaatkan ruang untuk kehidupan bersama. Melalui metode penelitian dengan mempergunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, historis dan konseptual, maka dapat diargumentasikan bahwa penataan ruang kawasan perdesaan yang berbasis kearifan lokal seharusnya menjadi titik pangkal dalam memaknai prinsip ecosophy sebagai filsafat lingkungan yang berfungsi untuk menuntun pola perilaku dalam memahami ruang sebagai tempat untuk hidup sistem penataan ruang nasional, sehingga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sistem penataan ruang nasional sebagai amanat ketentuan Pasal 33 ayat (3) UUDN Republik Indonesia.
Keywords: Kearifan Lokal, Perdesaan, Penataan Ruang
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Ni Made Jaya Senastri)
|
| 78 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-95 |
|
DESAIN SPASIAL PERMUKIMAN UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN KARANGASEM - BALI I Wayan Runa, Anak Agung Gede Raka, I Nyoman Warnata
Universitas Warmadewa
Abstract
Tujuan jangka panjang Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi tentang desain spasial permukiman untuk pengembangan ekowisata di Desa Tenganan Pegringsingan Karangasem - Bali sebagai desa wisata. Penelitian ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat perdesaan dalam jangka panjang, yakni masalah pelestarian arsitektur permukiman khususnya rumah tinggal, karena permukiman perdesaan terus berkembang sejalan dengan perkembangan zaman.
Metode yang akan dipakai adalah metode kualitatif dengan penekanan observasi yang sangat erat kaitannya dengan faktor-faktor kontekstual yang khas (unik), sehingga setiap konteks itu ditangani dari segi konteksnya sendiri. Penelitian ini banyak berkaitan dengan sistem nilai, konsep, persepsi, keberagaman, keunikan, kearifan lokal dan keyakinan masyarakat tentang sesuatu di luar dirinya. Selain itu, penelitian yang dilakukan juga banyak berhubungan dengan hal-hal transendental atau realitas ganda yang dirasakan dan sangat dipercaya oleh masyarakat setempat tetapi sulit untuk dijelaskan keberadaannya. Sesuai dengan karakteristik objek studi (masalah penelitian), maka paradigma yang dipakai dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Dalam penelitian ini, unit penelitian/area pengamatan berupa keseluruhan latar rumah tinggal. Unit penelitian skala rumah tinggal di Desa Tenganan Pegringsingan diharapkan dapat menghasilkan identifikasi atau informasi nilai-nilai/ide/gagasan tentang kearifan lokal rumah tinggal tradisional.
Desa Tenganan Pegringsingan merupakan sebuah desa Bali Aga yang terletak diantara tiga buah bukit dengan potensi yang sangat unik berupa kain tenun geringsing. Letak desa adat cukup menarik untuk pengembangan ekowisata karena terlindung oleh bukit-bukit di sekitarnya (timur, utara, dan barat) sehingga nampak seperti ^palung bukit^ dengan Desa Tenganan Pegringsingan sebagai dasarnya. Tipologi desain spasial permukiman yang berpola linier dengan pusat orientasi ke tengah yang dianggap
Keywords: geringsing, linier, megalitik.
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Wayan Runa)
|
| 79 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-96 |
|
COMMUNITY EMPOWERMENT IN HOUSEHOLD WASTEWATER MANAGEMENT IN SONGAN A VILLAGE, KINTAMANI SUB-DISTRICT, BANGLI I Wayan Widiana, I Nengah Sinarta
Master Student of Infrastructure and Environmental Engineering, Warmadewa University.
Civil Engineering Departement of Engineering and Planning Faculty, Warmadewa University.
Abstract
The management of household wastewater was basic sanitation and does not get enough attention- poor sanitation conditions affect decreasing the quality of the environment. The identification and analysis of sanitation problems, especially in the treatment of household wastewater, was carried out in Songan A Village, Kintamani District, a densely populated area located on the shores of Lake Batur and the necessities of living and agriculture using lake water, this condition requires pollution control. The research was conducted by means of field surveys, interviews, and literature studies, analysis, and descriptive qualitative studies. The research shows that 30% of the experience of public health and household wastewater treatment was still lacking, and waste treatment does not meet the requirements. Community empowerment was needed in public health knowledge and household wastewater management to create a village was comfortable, clean, and supports the Mount Batur Geotourism areas image as a world tourist attraction
Keywords: Community Empowerment, Household Waste, Community Health, Songan A Village
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Nengah Sinarta)
|
| 80 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-98 |
|
Adjustments in Indonesian-English Translation of Public Signs in Bali Made Susini, I Wayan Ana, Nyoman Sujaya
Universitas Warmadewa
Abstract
Abstract. Public signs that are written in two languages are language phenomena found in some regions in Bali. This study is to explore the translation of public signs from Indonesian into English found in Bali. Deploying the concept of pragmatic equivalence (House, 2015) and translation shifts (Catford, 1965), this study focuses on the adjustments found in the translation of public signs from Indonesian into English. The finding shows that public signs in Bali are realized in the forms of non-sentence and sentence. The non-sentence used includes noun phrase and verb phrase. Public signs in the form of sentence include declarative sentence and imperative sentence. To achieve the equivalence, the source public signs are rendered by re-contextualizing their forms in target language. The re-contextualization includes the change from the form of non-sentence into sentence and vice-versa.
Keywords: Public sign, re-contextualization, adjustments, non-sentence
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Made Susini)
|
| 81 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-99 |
|
TRADITIONAL SEASONING AND TRADITIONAL COOKING EQUIPMENTS IN BALI ^CULINARY ANTHROPOLOGY LINGUISTICS APPROACH^ Ni Wayan Kasni, I Wayan Budiarta
Universitas Warmadewa
Abstract
The traditional seasoning and traditional cooking equipment used are also used in other Balinese activities such as, in ceremony and daily communication. This research observed the use traditional seasoning and traditional cooking equipments in Bali in ceremonies and the proverbs by applying the theory of Culinary Anthropology Linguistics. The data were taken from the informants namely the priest and common Balinese people. The result of the analysis revealed that some of traditional seasoning used in ceremony are ginger, onion, curcuma. It also showed that traditional cooking equipments which are mostly used are frying pan, traditional steamer (a kind of cooking equipment used for steaming made of bamboo called kukusan), clay pot (a kind of traditional cooking equipment made of clay called payuk and is used for boiling).They express certain cultural meaning.
Keywords: traditional seasoning and cooking equipment, culinary lexicon, anthropological linguistics
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Ni Wayan Kasni)
|
| 82 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-100 |
|
Persepsi Masyarakat terhadap Pengembangan Desa Wisata Carangsari menjadi Tujuan Desa Wisata Bersejarah (Historical Village Destination) di Kabupaten Badung Dewa Ketut Suryawan, I Gusti Agung Ayu Yuliartika Dewi
Universitas Warmadewa
Abstract
Dalam perkembangannya Keberadaaan desa wisata memiliki irama dan pencapaian yang berbeda-beda. Ada yang cepat berkembang, ada yang biasa saja, ada juga yang kurang atau tidak berkembang. Desa wisata yang berkembang belum memiliki ciri khas masing-masing. Pengembangannya cenderung meniru dari desa wisata yang telah berkembang. Diversifikasi objek maupun atraksi wisata sangat diperlukan untuk menciptakan keberagaman, sehingga wisatawan yang berkunjung tidak merasa bosan. Desa wisata Carangsari mempunyai potensi dan keunikan yang tidak dimiliki oleh desa wisata lainnya di Kabupaten Badung memiliki sejarah yang cukup panjang dimasa revolusi fisik karena merupakan tempat kelahiran Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai sebagai bentuk penghormatan di desa ini dibangun monumen perjuangan I Gusti Ngurah Rai. Bandar Udara Internasional tempat wisatawan pertama kali menginjakan kaki bernama Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, hal tersebut dapat menjadi modal awal untuk melakukan branding terhadap Desa Carangsari sebagai tujuan destinasi desa wisata bersejarah (historical village destination) di Kabupaten Badung.
Keywords: : Persepsi Masyarakat, Pengembangan Desa Wisata, Desa Wisata Bersejarah
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (I Gusti Agung Ayu Yuliartika Dewi)
|
| 83 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-101 |
|
Efektivitas Program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di Desa Gunaksa Kabupaten Klungkung Lilik Antarini, Komang Ema Marsitadewi, I Wayan Sudemen
Unwar
Abstract
Sampah merupakan masalah bagi pemerintah dan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Salah satu yang menimbulkan masalah persampahan adalah tidak adanya fasilitas untuk masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Bupati Klungkung dalam menghasilkan sebuah inovasi pengelolaan sampah di Kabupaten Klungkung. Kabupaten Klungkung, Bali menjadi salah satu contoh wilayah yang mengembangkan pembangkit listrik alternatif melalui program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Program ini telah dijalankan 3 tahun dan pelaksanaannya, program TOSS ini mengalami banyak hambatan seperti kemampuan pengelolaan desa masing-masing, dana hingga keterbatasan pengadaan alat pengelolaan sampah. Hal ini melatarbelakangi peneliti untuk mengetahui efektivitas program ini.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menyebarkan kuisioner kepada 98 orang. Sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan-laporan, artikel ilmiah atau penelitian sejenis yang berhubungan dengan Program Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). Terkait dengan hasil penelitian, luaran yang menjadi dari hasil penelitian ini ialah, artikel ilmiah dimuat di jurnal POLITIKA: Jurnal Ilmu Politik Universitas Diponegoro. Selain itu, target luaran penelitian juga berupa buku ajar dan menjadi pembicara dalam pembahasan terkait inovasi publik atau pengolahan sampah baik dalam lingkup regional ataupun nasional.
Keefektifan TOSS dilihat dalam tiga bagian yakni: input, proses, dan output. Dari sisi input, hasil penelitian menunjukkan jenis sampah yang diperoleh melalui pemilahan sampah memperoleh rata-rata skor sebesar 2,28 yang artinya kurang baik, hal ini menandakan bahwa masyarakat kurang baik dalam melakukan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya yaitu organik dan anorganik. Sedangkan sumber daya manusia yang melakukan pengolahan sampah, seluruh pekerja TOSS menyatakan bahwa jumlah pekerja TOSS sudah mencukupi dengan
Keywords: Efektivitas, Pengelolaan Sampah, Tempat Olah Sampah Setempat, Kabupaten Klungkung.
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Komang Ema Marsitadewi)
|
| 84 |
Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat |
ABS-104 |
|
PERCEPTION OF THERMAL COMFORT LEVEL IN OUTDOOR SPACE ON URBAN PUBLIC SPACE (CASE STUDY: LUMINTANG PARK IN DENPASAR) Ir. I Wayan Wirya Sastrawan, S.T., M.Sc. (a), Ir. I Gede Surya Darmawan, S.T., M.T. (c)
a)Lecturer in the Department of Architecture, Faculty of Engineering and Planning
wayanwiryasastrawan[at]gmail.com
b)Lecturer in the Department of Architecture, Faculty of Engineering and Planning
Abstract
For the sake of their needs, humans try to condition the environment to provide thermal comfort for their bodies. The thermal comfort needed by humans is not only influenced by thermal factors but also by the type of activity and the person^s clothes. The object of outdoor space in this study is a built environment in the form of a city park as a comfortable recreational facility for the city community, both from visual comfort and thermal comfort. So it is necessary to do research on the level of thermal comfort and the sensation felt by visitors to city parks, which will then be considered by architects to develop an optimal urban garden design. The focus of this research is the condition of the level of thermal comfort in Taman Kota Lumintang Denpasar and elements of the outer space of the City Park. In 2016 a similar research was conducted in I Gusti Made Agung Field (Puputan Field) and this year it is continued with Lumintang City Park which is also one of the city parks in Denpasar. The purpose of this study is to determine the existing thermal conditions that provide thermal comfort and the sensation felt by visitors, then it can be used to find out what elements of outdoor space affect the level of thermal comfort in city parks. So that the results of this study can be used as a basis for architects in developing and designing city parks that can function optimally. So to achieve these objectives in this study using comparison and simulation methods, by combining the simulation results of the Comfort Calculator and the sensation of thermal comfort felt by visitors at each function zoning point in the city park. These results will show a mapping of the distribution of the level of thermal comfort in each zoning. So, by mapping the distribution of the level of thermal comfort, it can be seen that the elements of Hard Scape and Soft Scape that affect each of the zoning functions of city parks.
Keywords: Thermal Comfort, City Park, Outdoor space
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Ir. I Wayan Wirya Sastrawan, S.T., M.Sc)
|
| 85 |
Strategi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Ditengah Pandemi Covid-19 di Bali |
ABS-1 |
|
THE EFFECT OF CELEBRITY ENDORSER ON THE CUSTOMERS ONLINE PURCHASE INTENTION Ade Ruly Sumartini(a), IA Cynthia Saisaria Mandasari(b)
a,b) Universitas Warmadewa
Jalan Terompong No. 24 Denpasar Bali
Abstract
This research aims to determine the effect of celebrity endorsers on online purchase intentions. The population is the people in Denpasar City using purposive sampling. The data analysis technique used multiple regression analysis. It was found that attractiveness, trustworthiness and expertise, influence simultaneously and partially on the purchase intention in food and beverage MSME products in Denpasar City. If before the Covid 19 pandemic conditions consumers were still hesitant to buy food and beverage products online, it is hoped that using celebrity endorsers that display food and beverage products in a real and honest manner, can increase the purchase intention of consumers who previously were still hesitant to buy food and beverage products by online. With the increase in consumer purchase intentions, it is also hoped that MSME players who sell food and beverages online can increase their sales turnover significantly.
Keywords: Celebrity Endorser, Niat Beli Secara Online
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Ade Ruly Sumartini)
|
| 86 |
Strategi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Ditengah Pandemi Covid-19 di Bali |
ABS-3 |
|
AUDITOR^S DYSFUNCTIONAL BEHAVIOR BY INTEGRATING MACHIAVELLIAN PROPERTIES, ROLE STRESS, AND EMOTIONAL INTELLIGENCE Ni Made Rai Juniariani, Ni Luh Putu Ratna Wahyu Lestari
Universitas Warmadewa
Abstract
This study aims to explain that the auditors^ dysfunctional behavior is influenced by the personal characteristics of auditors, including the role stress they experience and their machiavellian and emotional intelligence. This study also aims to consider the public accounting firm to conduct formal professional ethics training so that auditors have a moral obligation to maintain professional ethics and avoid dysfunctional behavior. The population in this study were auditors who worked at the Bali Province Public Accountant Office. The sampling technique used was nonprobability sampling. The data was collected by distributing questionnaires with a survey method. To answer the research hypothesis using an analysis tool, namely Moderated Regression Analysis. The results showed that machiavellian characteristics had a positive effect on auditors^ dysfunctional behavior, role stress did not affect auditors^ dysfunctional behavior, emotional intelligence weakened the influence of Machiavellian characteristics on auditors^ dysfunctional behavior, and emotional intelligence also weakened the influence of role stress. about the auditor^s dysfunctional behavior
Keywords: Machiavellian, role stress, emotional intelligence, Dysfunctional Auditor
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Ni Made Rai Juniariani)
|
| 87 |
Strategi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Ditengah Pandemi Covid-19 di Bali |
ABS-10 |
|
IMPLEMENTATION OF FINANCIAL AND NON-FINANCIAL COMPENSATION SYSTEMS IMPACT ON THE PERFORMANCE OF EMPLOYEES OF GUMUH SARI RECREATION IN DARMASABA VILLAGE, BADUNG DISTRICT NI PUTU SRI MARIYATNI1,I MADE SETENA2,IDA AYU SRI MEITRI3
Universitas Warmadewa
Abstract
This study aims to examine the application of financial and non-financial compensation systems that partially or simultaneously affect the performance of employees at Gumuh Sari Recreation in Darmasaba Village, Badung Regency. The sample used in this study was the entire population, namely 38 employees as respondents. Distributing questionnaires with survey methods. The data analysis technique used is multiple linear regression. By partially testing the hypothesis using the t-test, and testing simultaneously using the F test. The results showed that the financial and non-financial compensation system applied in Gumuh Sari Recreation in Darmasaba Village, Badung Regency has a positive and significant partially and simultaneously on employee performance. Murmured. Sari Recreation in Darmasaba Village, Badung Regency. This research is supported by the results of research conducted by Grace Fredriksz (2017) [1] which shows that financial and non-financial compensation has a positive and significant effect simultaneously and partially on employee performance.
Keywords: Financial Compensation, Non-Financial Compensation, Performance
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Ni Putu Sri Mariyatni)
|
| 88 |
Strategi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Ditengah Pandemi Covid-19 di Bali |
ABS-13 |
|
LOCUS OF CONTROL ABILITY AS A MODERATE OF SUPERVISORY ACTION RELATIONSHIP ON JUNIOR AUDITOR JOB SATISFACTION AT A PUBLIC ACCOUNTING FIRM IN BALI Putu Gede Wisnu Permana Kawisana (1) Putu Budi Anggiriawan (2)
Faculty of Economics and Business, Warmadewa University
wisnupermana[at]warmadewa.ac.id
Abstract
This study aims to examine the effect of locus of control as a moderating variable on the relationship between supervisory action on job satisfaction of junior auditors. This research was conducted at a public accounting firm on the island of Bali. The number of samples used is 66 junior auditors , with the technique of determining the sample is purposive sampling. The sample collection uses a survey method, namely by distributing questionnaires. This research uses moderation regression analysis technique. Based on the research results, it can be seen that the Locus of control variable has no effect on job satisfaction of junior auditors. The supervisory action variable has a positive effect on job satisfaction of junior auditors. This study also proves that locus of control is proven to strengthen the relationship between supervisory action and job satisfaction of junior auditors who work in public accounting firms in Bali.
Keywords: Keywords: Locus of Control, Supervisory Action, Auditor Job Satisfaction
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Putu Gede Wisnu Permana Kawisana)
|
| 89 |
Strategi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Ditengah Pandemi Covid-19 di Bali |
ABS-18 |
|
AUDITOR^S COMPETENCE ON AUDIT QUALITY IN EFFECT OF COMPUTER AIDED AUDIT TECHNIQUES Gde Deny Larasdiputra, S.E., M.Si. , Ni Putu Riski Martini, S.E., M.Si
Universitas Warmadewa
Abstract
This study discusses the influence of Auditor Competence on Audit Quality in the Influence of Computer Assisted Audit Techniques (TABK). This research was conducted at a public accounting firm in Bali. The research time is 2020. The population of this research is 13 Public Accounting Firms (KAP) in Bali with 76 auditors. The sampling technique used in this research is the purposive sampling technique. Based on the results of the analysis, it can be concluded that: Auditor competence has a positive effect on audit quality and computer-assisted audit techniques can moderate the relationship between auditor competence and quality.
Keywords: Competence, Audit Quality and Computer Assisted Audit Techniques
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Gde Deny Larasdiputra)
|
| 90 |
Strategi Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Ditengah Pandemi Covid-19 di Bali |
ABS-24 |
|
THE EFFECT OF TAXATION KNOWLEDGE, MORAL OBLIGATIONS, TAX SANCTIONS AND QUALITY OF SERVICE ON COMPLIANCE UNDERGROUND WATER TAX PAYABLE IN REVENUE BODIES DENPASAR CITY AREA L.G.P Sri Eka Jayanti (1) Ida Bagus Made Putra Manuaba (2) I Ketut Puja Wirya Sanjaya (3)
Faculty of Economic and Bussiness
Abstract
Abstract
All regions in Indonesia are expected to explore the potential for regional income through local taxes. Efforts to optimize the provision of funds from local tax sources and from local levies. Based on the Regional Regulation of the City of Denpasar No. 6 of 2010, that groundwater tax is an important source of regional income to finance the implementation of regional government and improve services to the community. One way to increase government revenue from the tax sector is to increase taxpayer compliance itself. Therefore, it is important for the government to pay attention to the factors that affect taxpayer compliance. The purpose of this study was to determine whether the knowledge of taxation, moral obligations, tax sanctions, and service quality affects the compliance of groundwater taxpayers at the Denpasar City Regional Revenue Agency. Respondents in this study were 89 people. The sampling technique in this study used simple random sampling. The data analysis technique used in this research is multiple linear regression analysis which is processed with the help of the SPSS software program. Based on the results of the analysis, it was found that knowledge of taxation, moral obligations, tax sanctions, and service quality had a positive and significant effect on the compliance of groundwater taxpayers at the Denpasar City Regional Revenue Agency.
Keywords: Tax knowledge, moral obligation, tax sanctions, service quality, and taxpayer compliance.
Share Link
| Plain Format
| Corresponding Author (Luh Gede Pande Sri Eka Jayanti)
|
Page 3 (data 61 to 90 of 101) | Displayed ini 30 data/page << PREV
1 2 3 4 NEXT >>
|