SEMNAS 2020
Conference Management System
Main Site
Submission Guide
Register
Login
User List | Statistics
Abstract List | Statistics
Paper List
Presentation Video
Online Q&A Forum
Access Mode
Ifory System
:: Abstract List ::

Page 2 (data 31 to 60 of 101) | Displayed ini 30 data/page
<< PREV 1 2 3 4 NEXT >>

31 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-26

NUSA PENIDA MASA LALU DAN KINI: STUDI POLA KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA MASA PERTANIAN HINGGA PARIWISATA
Ni Made Suwendri, I Made Mardika, Ida Bagus Astika Pidada

Fakultas Sastra Universitas Warmadewa


Abstract

Nusa Penida merupakan pulau kecil yang terletak di seberang daratan Pulau Bali. Kondisi geografis Nusa Penida terdiri atas daerah perbukitan berbatu kapur, sering dianggap sebagai wilayah terisolir dengan pola kehidupan masyarakat yang stagnan. Akan tetapi kenyataannya, Nusa Penida menunjukkan fenomena perubahan yang berkembang secara dinamis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola kehidupan sosial budaya masyarakat Nusa Penida pada masa pertanian tradisional hingga masa industri pariwisata. Pengkajian masalah penelitian menggunakan tiga teori. Teori Ekologi Budaya untuk menganalisis adaptasi manusia dengan pola-pola kebudayaannya. Teori Struktural Fungsional dalam menelaah masyarakat sebagai suatu sistem yang saling terkait. Pendekatan Sosiologi Pariwisata untuk melihat interaksi masyarakat Nusa Penida dengan industri pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan historis. Pendekatan sejarah diterapkan untuk menggali data masa lampau terkait dengan pertanian tradisional dan budidaya rumput laut sebelum pariwisata berkembang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (indeph interview) untuk menggali informasi tentang sistem mata pencaharian, sistem pengetahuan dan teknologi, adat-istioadat, dan religi. Teknik analisis data bersifat deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pola kehidupan sosial budaya masyarakat Nusa Penida pada masing-masing periode memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dari masa ke masa. Pada masa pertanian tradisional mencerminkan pola kehidupan tradisional-agraris, masa budidaya rumput laut memperlihatkan pola kehidupan tradisional-maju bercorak agraris tetapi sudah berorientasi komersial, dan pada masa pariwisata mencerminkan pola kehidupan masyarakat industrial di bidang layanan jasa pariwisata.

Keywords: pola kehidupan masyarakat, pertanian tradisional, pariwisata

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ni Made Suwendri suwendri)


32 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-31

PENGENDALIAN PENCEMARAN DENGAN FITOPLANKTON PADA SUNGAI SUNGI, TABANAN
Sang Ayu Made Putri Suryani , I Wayan Arya, I Made Kawan

Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture,Warmadewa University


Abstract

Fitoplankton merupakan organisme perairan yang bebas melayang dan hanyut dalam perairan yang memegang peranan penting sebagai produsen primer. Distribusi plankton di perairan bervariasi dipengaruhi kedalaman, hal ini dipengaruhi oleh jumlah cahaya yang diterima fitoplankton untuk kegiatan fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas dan kelimpahan fitoplankton berdasarkan distribusinya pada hulu, cabang, tengah dan hilir sungai. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif dan dianalisis dengan spss 2.0 version. Hasil menunjukkan bahwa ada 7 genera fitoplankton di hulu, 10 genera di cabang, 14 genera di tengah dan 16 genera di hilir. Genera fitoplanktondan ditemukan Anabaenopsis, Comphospaeria,Oscillatoria, Spaerocystus, Nitzchia dan Peridinium ditemukan pada ke empat lokasi penelitian pada setiap pengambilan sampe.l.Kelimpahan tertinggi pada lokasi hilir adalah 403590 ind/l dan terendah pada hulu adalah 51366 ind/l. Indeks keanekaragaman tertinggi adalah pada hilir adalah 2,79 dengan indeks dominansi yang rendah 0,126 dan index keseragaman 0,617. Hasil uji one-way Anova menunjukkan bahwa jumlah jenis plankton pada stasiun berbeda secara significan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa struktur komunitas , kelimpahan dan distribusi fitoplankton terdapat perbedaan dari hulu, cabang, tengah dan hilir karena pengaruh parameter kualitas air yang melebihi standar baku mutu peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran.perairan.

Keywords: Fitoplankton, Sungai Sungi, Pencemaran

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Sang Ayu Made Putri Suryani)


33 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-33

The Combination of Garlic and Kaemferia Spices to Inhibit the Growth of Colonies Aspergillus sp.
Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, I Putu Candra

Food Science and Technology Study Program, Warmadewa University,
Denpasar, Bali, Indonesia


Abstract

Garlic and kaemferia are spices used in food processing. At low concentrations, it cannot preserve food but at this concentration, spices can help prevent microbial growth in food. The inhibitory effect of microbial growth by a type of spice is unique. This study aims to determine the combination of garlic and kaemferia in inhibiting the growth of Aspergillus sp., which often contaminate processed products. The research method was carried out by extracting garlic and kaemferia with a rotary evaporator, then the extract was used to find the inhibition of growth of Aspergillus sp. From the results of the colony growth, it was found that the combination of garlic and kaemferia spices was able to inhibit the growth of the colonies of A. flavus, A. aculeatus, A. niger, A.tubingensis at a concentration of 0.5%, compared to controls that could grow 4.5 mm, 5.8 mm, 5.5 mm, and 5.5 mm respectively.

Keywords: garlic, kaemferia, aspergillus sp.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ni Made Ayu Suardani Singapurwa)


34 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-34

MARKETING MODEL OF KINTAMANI ARABIC COFFEE BALI THROUGH THE SUPPLY CHAIN AND THE MARKETING MIX
I Gusti Bagus Udayana, Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya,M.M

Warmadewa University


Abstract

Arabica coffee in Bali is known to have a different taste from coffee in other regions. This research is about the marketing model of Kintamani Bali Arabica coffee through the supply chain and marketing mix. The purpose of this research is to obtain a marketing strategy for Arabica coffee with optimal supply chain and high added value. The research methods used in this research include descriptive, analytic and comparative methods. The research results show that the supply chain strategy of the Kintamani Arabica coffee agroindustry is maintaining relationships with suppliers is a priority strategy with a value of 0.147, preparing SOPs, problem solving methods are the second priority strategy with a priority value of 0.124, and the formation of a problem solving team is the third priority strategy with priority values. 0.076.

Keywords: Marketing Model, Supply Chain, Value Added, Kintamani Arabica Coffee

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (I Gusti Bagus Udayana)


35 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-38

Menentukan Karakteristik Ruang Jalan Untuk Arahan Rancang Kawasan Pariwisata di Pusat Kota Semarapura.
Nurwarsih, Ni Wayan- Sastrawan, I Wayan Wirya- Pradnyaswari A.P, Ni Putu Ratih

Universitas Warmadewa


Abstract

Kota Semarapura menawarkan tata ruang pada Pusat Kota yang ramah untuk wisatawan yang memiliki waktu kunjung terbatas. Patung Kanda Pat Sari sebagai Landamark menandai pusat Kota Semarapura, yang membagi Kawasan kota menjadi empat area dengan fungsinya yang berbeda. Di Bali persimpangan jalan yang berjumlah empat ini disebut sebagai Catuspata. Catuspata merupakan pusat dari sebuah wilayah yang disakralkan, dan dipercaya memiliki kekuatan simpul-simpul energi alam mewakili Panca Dewata yakni Utara Dewa Wisnu, di timur Dewa Iswara, di Selatan Dewa Brahma, di Barat Dewa Mahadewa, dan di tengah adalah Dewa Siwa. Catuspata yang merupakan pusat sekaligus pembagi wilayah dalam beberapa sumber dijelaskan bahwa : Catuspata beserta hulu-teben (atas-bawah) merupakan konsep penataan ruang permukiman dengan kelengkapannya, seperti pasar, pusat pemerintahan, permukiman, wantilan (balai rakyat) dan sebagainya.
Dalam penelitian ini, wilayah Catuspata tersebut menjadi pusat orientasi objek penelitian dimana ruang jalan yang dimaksud untuk arahan rancang kawasan pariwisata akan berada disepanjang ruang jalan tersebut. Bagaimana potensi strategis dalam pengembangan kota wisata, struktur kota dan Kawasan pariwisata serta ruang jalan berupa street floor dan street wall akan didefinisikan.
Metoda yang digunakan adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data objek fisik yang ada dilapangan secara objektif, lalu mengukur dengan variable-variable yang sudah ditentukan dan menampilkannya dalam bentuk angka, kemudian dilakukan Analisa secara rasionalistik. Akan dibuat penggalan-penggalan Kawasan guna mempermudah Analisa, yang didasarkan atas pertimbangan kategorisasi, keunikan tempat, bentuk dan situasi tapak, serta fungsi-fungsi tertentu.
Hasil dan temuan yang sangat terlihat, berupa bentuk baru kota semarapura yang tidak lagi menjadi kota kerajaan akibat dari perubahan aktivitas dan kebutuhan masyarakat. Kepentingan ruang jalan dimana perdagangan yang lebih berorientasi untuk wisatawan

Keywords: Ruang jalan, Struktur kota, kuantitatif, Kegiatan wisata.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (ni wayan nurwarsih)


36 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-39

DISABILITY AND NITROGEN RETENTION OF NATIVE CHICKEN RETURNS THAT CONTAIN BREAD WASTE FLOUR
Luh Suariani 1), Ni Ketut Etty Suwitari 2), Ni Made Yudiastari 3).

1Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
email: aniekwidiarsa[at]ymail.com
2Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
email: ettysuwitary62[at]yahoo.co.id
3Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa
email: mdyudiastari[at]yahoo.com


Abstract

One of the alternative feed ingredients that can be used as a source of energy in rations and provides a good chance is bread waste flour from bread that has been rejected for less than 1 week, then the bread is withdrawn from the market. This bread can still be used because it has nutritional content, namely Crude Protein 6.47%, Crude Fat 24.34%, Crude Fiber 0.85, Ash 1.90% and Metabolic Energy 2952Kcal / kg. The principle of determining the digestibility of nutrients is to calculate the amount of nutrients consumed minus the number of nutrients released through feces (Ranjhan, 1980). The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with 5 (five) treatments and 3 (three) replications, namely 0%, 10%, 20%, 30% and 40%. The provision of bread waste flour up to 30% can improve the digestibility of dry matter, organic matter, crude protein and Nitrogen retention of native chicken rations.

Keywords: digestibility, retention, ration, native chicken

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Suariani Luh)


37 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-40

THE ROLE OF CONTROL PERCEPTION OF BEHAVIOR: THE INFLUENCE OF SOCIAL NETWORKS AND ENTREPRENEURSHIP EDUCATION ON ENTREPRENEURED INTENTIONS
Dewa Ayu Rumini a, Nengah Ganawatib, Ni Putu Rediatini Giric

abc Faculty of Economics and Business, Warmadewa University Bali, Indonesia
a* ruminidewaayu33[at]gmail.com


Abstract

Entrepreneurship has become an important focus of attention for all countries in the world including Indonesia. Even the number of entrepreneurs in a country can be used as a measure of the country^s economic progress. The number of Indonesian entrepreneurs currently has reached 3.1% of the total 260 million people. However, this number is still below the percentage of entrepreneurs in neighboring countries such as Malaysia, reaching 5%, China 10%, Singapore 7%, and Japan 11% of the total population. Therefore, the Government of Indonesia needs to encourage its people to become entrepreneurs with quality, innovative and following technological developments. This study aims to determine the effect of social networks and entrepreneurship education on entrepreneurial intentions. In addition, this study also aims to examine the moderating role of perceived control behavior in strengthening the influence of social networks and entrepreneurship education on entrepreneurial intentions. The analysis technique used is SEM analysis with SMARTPLS 3.0 software. The study population was 540 undergraduate students majoring in Management in semester VI of the Faculty of Economics and Business, Warmadewa University Bali Indonesia. The sample was chosen randomly with a sample size of 170 respondents. The results of this study provide evidence that social networks have a positive and significant effect on intentions entrepreneurial. Entrepreneurship education has a positive and insignificant effect on entrepreneurial intentions. The results of this study indicate that the role of perceptual behavior control strengthens the relationship between social networks and students^ entrepreneurial intentions. Furthermore, this study succeeded in proving that the role of high perceptual behavior control when interacting with the increase in entrepreneurship education did not necessarily increase students^ entrepreneurial intentions

Keywords: Social Networks, Entrepreneurship Education, Perceptions of Behavior Control, Entrepreneurial Intentions.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Dewa Ayu Rumini)


38 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-41

ANALYSIS of MSME TAXPAYER COMPLIANCE IN BADUNG REGENCY
Ni Putu Riasning,a, AA Bagus Amlayasa, b, Luh Kade Datrini,c

abc Faculty of Economics and Business Warmadewa University, Denpasar-Bali, Indonesi,
a. riasning2019[at]gmail.com


Abstract

The Indonesian government issued a regulation on changing tax rates for business entities that generate certain revenues in 2018 This study examines changes in tax rates, knowledge of tax regulations, and quality of tax services in improving MSME taxpayer compliance in Badung Regency after the implementation of Government Regulation (PP) No. 23 of 2018. The population of this study is the MSME taxpayers in Badung Regency. The population in this study were 16,327 MSME taxpayers, using a random sample of 135 respondents. This study uses Structural Equation Modeling (SEM) analysis tools with SmartPLS 3.0 software to prove that changes in tax rates, knowledge of tax regulations, and service quality of tax officers have a positive and significant effect on taxpayer compliance for MSME entrepreneurs in Badung Regency.

Keywords: Changes in Tax Rates, Knowledge of Tax Regulations, Quality of Service, SME Taxpayer Compliance

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ni Putu Riasning)


39 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-42

FACTORS AFFECTING THE INTEREST OF ENTREPRENEURED STUDENTS IN FEB UNWAR DENPASAR, BALI-INDONESIA
AA Media Martadiani,a-Ida Ayu Surasmi,b- I Made Pulawan,c- Ni Made Rustin,d

abcd Faculty of Economics and Business Warmadewa University, Denpasar-Bali, Indonesia
a) mediamartadiani[at]yahoo.com


Abstract

Entrepreneurship interest that students have as a young generation should be explored as much as possible and given education and training that can support this interest so that it is expected to contribute to reducing unemployment in Indonesia and creating new jobs more innovative. This study explains the effect of self-efficacy, parental support and entrepreneurship education to foster student interest in entrepreneurship at the Faculty of Economics and Business at Warmadewa University. The population of this study is 540 students in the 6th semester of Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Warmadewa University as many as 54 respondents. This study uses multiple linear regression analysis tools with SPSS 22.0 software, successfully proving that student interest in entrepreneurship can be
increased through self-efficacy and entrepreneurship education but is inversely proportional to parental support in improving 6th semester students of Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Warmadewa University, Denpasar -Bali, Indonesia.

Keywords: Self Efficacy, Parental Support, Entrepreneurship Education, Student Entrepreneurial Interest

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Anak Agung Media Martadiani)


40 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-44

CORPORATE VALUES: THE ROLE OF CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY, MANAGERIAL OWNERSHIP AND PROFITABILITY IN INDONESIA
AA Ayu Erna Trisnadewi,a and AA Bagus Amlayasa, b

ab Faculty of Economics and Business Warmadewa University Denpasar, Indonesia
a) dewierna236[at]gmail.com


Abstract

Corporate value is a value that reflects the value of equity and the book value of the corporate,both in the form of market equity, the book value of total debt and the book value of total equity. In increasing the value of the corporate so that it can be achieved well, surely there must be cooperation between the shareholders^ management in making the right decision in order to maximize its capital. This study aims to examine the effect of managerial ownership and profitability, on firm value. In addition, this study also aims to examine the moderating role of CSR disclosure in strengthening the effect of managerial ownership and profitability, on firm value. The analysis technique used is a moderation regression analysis using the IBM SPSS version 20. The study population is a manufacturing corporate sub-sector of consumer goods industry listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) 2016-2019 period and the sample was selected using a purposive sampling technique with a total sample of observations as many as 14 issuers. The results showed that managerial ownership had a significant negative effect on firm value. Profitability gives a significant positive effect on firm value and firm size has a negative effect on firm value. CSR disclosure can prove to strengthen the relationship of profitability to the value of the corporate but CSR weakens the relationship between managerial ownership and corporate size to the value of the corporate

Keywords: Managerial Ownership, Profitability, Corporate Value, Corporate Social Responsibility

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Anak Agung Ayu Erna Trisnadewi)


41 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-45

Management Of Community Markets To Provide Well-Being To Community In The Badung District
Ni Luh Made Mahendrawati (a)*, IB Gede Agustya Maha Putra (b)

Fakultas Hukum Universitas Warmadewa
made.mahendrawati[at]gmail.com


Abstract

The existence of people^s markets in Indonesia is not just an economic matter but is also a matter of norms, cultural domains, as well as civilizations that have long been going on in various parts of Indonesia, and are an important aspect of the national trade system. People^s markets throughout Indonesia continue to withstand attacks from modern markets. Especially in the Badung Regency Regional Regulation Number. 3 of 2017, to support the business or economy of the small community and it is hoped that they will be able to organize the rules of the game for supermarket business so as not to turn off the traders in the people^s markets. This study will examine and analyze the existence of people^s markets in Badung Regency, and the form of community market management in providing legal protection in Badung Regency. This research method is adopted by means of socio-legal research, looking at the arrangement from a juridical, sociological and philosophical point of view and its application in society. The output of this research is the discovery of a model for managing and fostering people^s markets so that there is healthy business competition in the midst of the spread of supermarkets. The input is expected to be of benefit to economic development, tourism, and the welfare of the people in Bali, especially Badung Regency, more concretely as an aspect in regulating and managing the people^s market in Badung Regency.

Keywords: Management, People^s Market, Community Welfare

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ni Luh Made Mahendrawati)


42 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-46

PENGARUH PENGEMASAN VAKUM TERHADAP MUTU DAN DAYA SIMPAN PINDANG TONGKOL (Auxis tharzad, Lac).
I Gde Suranaya Pandit*), dan Pande Ayu Naya Kasih Permatananda**)

*)Fakultas Pertanian Unwar
**)Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unwar
igedesuranayapandit[at]gmail.com


Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental komparatif yang membandingkan mutu pindang tongkol yang dikemas dengan vakum dan non vakum pada masa simpan 0, 2, 7, 14, dan 28 hari pada suhu ruang (30-33oC). Pengolahan hasil perikanan memegang peranan penting dalam kegiatan pascapanen mengingat hasil perikanan merupakan komoditi yang sifatnya mudah rusak (perishable goods). Teknik pengemasan vakum saat ini merupakan teknik pengemasan yang sedang terkenal di kalangan masyarakat. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik pengemasan vakum terhadap mutu dan daya simpan pindang tongkol (Auxis tharzad, Lac). Parameter yang dievaluasi meliputi parameter kimiawi yaitu kadar air, kadar garam, kadar histamin, kadar total volatile bases, dan kadar trimetilamin- parameter mikrobiologi seperti jumlah bakteri, jumlah coliform, dan jumlah Escherichia coli- serta parameter organoleptik meliputi kenampakan, bau dan tekstur. Berdasarkan hasil penelitian bahwa mutu daya simpan pindang ikan tongkol yang dikemas vakum pada penyimpanan suhu kamar 30-33oC, hanya mampu disimpan < 7 hari dan terjadi perbedaan mutu dan daya simpan yang signifikan antara pindang ikan tongkol yang dikemas vakum dan non vakum.

Keywords: vakum, mutu, daya simpan, pindang tongkol

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (I Gde Suranaya Pandit)


43 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-47

The Influence of Service Quality on Satisfaction, Loyalty, and Word of Mouth of Patients at Bali Mandara Hospital, Bali Province, Indonesia
Ketut Sudarmini, Ni Ketut Sariani, Nengah Ganawati

Warmadewa University


Abstract

Competition in the hospital industry in the global era is getting tighter. One of the issues that still hinders the progress of the hospital is the lack of service quality, human resources. Though the quality of service will greatly determine patient satisfaction. If patient satisfaction can be achieved, it is not impossible that customers will be loyal and participate in recommending health services provided by Bali Mandara Hospital. The purpose of this study was to analyze the effect of service quality onpatient satisfaction, loyalty, and word of mouth. This research includes explanatory research with a quantitative approach. The population of this study were all customers registered at the Bali Mandara Regional Hospital, with a sample of 70 people. The sampling technique was carried out by combining purposive sampling with convenience sampling. Data were collected through a questionnaire which was then analyzed using the SEM-PLS analysis technique. The results showed that service quality had a positive and significant effect on patient satisfaction, loyalty, and word of mouth at Bali Mandara Hospital, Bali Province, but satisfaction was not a significant mediator on the effect of service quality on loyalty and word of mouth, but loyalty was a mediator thatsignificant effect on the quality of service on word of mouth.

Keywords: service quality, customer satisfaction, loyalty, word of mouth

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (KETUT SUDARMINI)


44 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-48

PELAKSANAAN PEMBEBANAN BENDA BERGERAK DENGAN JAMINAN FIDUSIA YANG TIDAK TERDAFTAR MELALUI KLAUSULA PERJANJIAN KREDIT KOPERASI
Dr. Putu Ayu Sriasih Wesna, S.H., M.Kn Desak Gde Dwi Arini, SH.,M.Hum Ni Made Sukaryati Karma, SH., M.H

Universitas Warmadewa


Abstract

Kreditor pada umumnya secara tegas mensyaratkan kepada pihak Debitor untuk menyerahkan suatu barang (benda) sebagai objek jaminan utang. Jaminan utang yang ditawarkan oleh pihak peminjam umumnya akan dinilai oleh badan usaha tersebut sebelum diterima sebagai objek jaminan atas pinjaman yang diberikannya. Hasil penjualan jaminan kredit akan digunakan untuk melunasi utang pihak peminjam kepada bank sehingga diharapkan akan dapat meminimalkan kerugian bank, juga untuk memenuhi ketentuan yang berlaku di. Agar penjualan jaminan kredit dapat mencapai tujuan yang diinginkan kreditor, perlu dilakukan upaya pengamanan antara lain dengan mengikat objek jaminan kredit secara sempurna melalui ketentuan ketentuan hukum yang mengatur tentang lembaga jaminan, salah satunya dengan pembebanan benda bergerak melalui fidusia karena pada umumnya di masyarakat menengah ke bawah hanya memiliki benda bergerak motor atau mobil yang akan dijadikan sebagai benda jaminan pelunasan utang. Beberapa peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang lembaga jaminan menetapkan ketentuan-ketentuan pengikatan jaminan secara sempurna berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, salah satunya dengan penerapan asas publisiteit atau asas publisitas yang mengharuskan semua benda yang dijadikan jaminan wajib didaftarkan. Namun dalam kenyataanya banyak praktek pemberian kredit dengan pembebanan benda bergerak sebagai jaminan utang dengan fidusia yang tidak terdaftar melalui klausula-klausula yang terdapat dalam perjanjian kredit koperasi.

Keywords: Fidusia Tidak Terdaftar, Klausula Perjanjian Kredit, Koperasi

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Putu Ayu Sriasih Wesna)


45 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-49

Integration Of Architecture Concept Of Tsunami Disaster Response With The Image Area Concept On The Coastal Area. Case Study : Serangan Island, Denpasar, Indonesia
I Gede Surya Darmawan (a), I Wayan Wirya Sastrawan (b)

(a) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa, Jalan Terompong No. 24 Denpasar

(b) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa, Jalan Terompong No. 24 Denpasar


Abstract

Serangan Island is the only one of the largest reclamation in Bali which until now still exists as one of the favorite tourist destinations in Denpasar because of the island^s location with an international airport, complete infrastructure and coastal tourism attractions that Serangan Island offers. On the other hand, Serangan Island is predicted to be one of the areas with the threat of an earthquake accompanied by a tsunami because the island is located in the ring of fire and the island^s topography is relatively parallel to sea level. This research will examine the extent to which the tsunami disaster response architectural concept has been applied to the coastal area of Serangan Island and is integrated with the image area concept, and hope that Serangan Island remains one of the favorite tourist destinations in Denpasar while still providing a sense of security for tourists. This study uses a qualitative phenomenological approach, data collection techniques by observation and interviews, the results of which are associated with relevant theories for interpretation which results in research conclusions.

Keywords: tsunami disaster reponse, image area concept, coastal area, reclamation

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (I Gede Surya Darmawan)


46 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-51

Optimalisasi Implementasi Model Taman Air Arsitektur Tradisional Bali
Ir. I Wayan Wirya Sastrawan, S.T., M.Sc. (a), Ni Wayan Meidayanti Mustika, S.T., M.T. (b), Ir. I Gede Surya Darmawan, S.T., M.T. (c)

a) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa
Jln. Terompong no. 24, Denpasar, Indonesia
wayanwiryasastrawan[at]gmail.com
b) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa
c) Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa


Abstract

Kenyamanan termal menjadi hal yang mutlak bagi tubuh manusia, oleh karenanya manusia sesalu berusaha mengkondisikan lingkungan untuk mencapai kenyamana termal bagi tubuhnya. Salah satu tempat manusia beraktivitas adalah ruang luar. Kondisi termal lingkungan ruang luar sendiri dipengaruhi oleh kondisi iklim serta elemen ruang luar yang membentuk lingkungan tersebut. Dalam penelitian Wirya dkk, 2017 menemukan model Taman air yang merupakan lingkungan binaan terencana dengan mengaplikasikan elemen-elemen arsitetur ruang luar yang didukung konsep Arsitektur Tradisional Bali. Melihat kondisi tersebut, maka terdapat peluang dan penting dilakukan penelitian lanjutan mengenai penerapan model taman air berarsitektur tradisional bali sehingga mengoptimalkan tingkat kenyamanan termal pada obyek penelitian. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi arsitek untuk mengembangkan desain pertamanan yang lebih optimal.
Fokus penelitian ini adalah pengoptimalan tingkat kenyamanan termal dan elemen ruang luar di obyek penelitian melalu penerapan desan model taman air arsitektur tradisional bali. Lapangan Lumintang dipilih sebagai lokus penelitian karena memiliki karakteristik yang iklim serupa dengan obyek taman air Tradisional Bali pada penelitian Wirya dkk, 2017 sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk menghasilkan desain yang mampu memberikan kenyaman termal optimal. Sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan bagi arsitek dalam mengembangkan dan merancang Taman Air yang dapat berfungsi secara optimal.
Maka untuk mencapai tujuan tersebut dalam penelitian ini menggunakan metode komparasi dan simulasi menggunakan software Envi-Met untuk melihat visualisasi kondisi kenyamanan termal dalam obyek penelitian. Dari hasil simulasi tersebut dapat dijadikan landasan dalam mengidentifikasi pengaruh elemen ruang luar dan pola konsep Arsitektur Tradisional Bali terhadap kenyamanan termal pada obyek penelitian.

Keywords: Kenyamanan Termal, Taman air, Ruang luar

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ir. I Wayan Wirya Sastrawan, S.T., M.Sc)


47 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-53

Eksistensi Leksikon Bahasa Bali di Daerah Sanur: Kajian Ekowisata Linguistik.
I Nyoman Kardana, I Made Astu Mahayana, I Gusti Ngurah Adi Rajistha

Fakultas Sastra, Universitas Warmadewa


Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji khazanah leksikon yang terdapat di kawasan pariwisata Sanur. Pemilihan Sanur sebagai objek penelitian ini karena Sanur merupakan salah satu objek wisata terkenal di Bali dan sudah mulai berkembang sebelum daerah-daerah lainnya berkembang. Sebagai daerah wisata, Sanur sangat berisiko terkena arus globalisasi. Arus globalisasi akibat perkembangan teknologi informasi dan kemajuan pariwisata dapat mengubah perilaku dan sikap sosial masyarakat. Itu juga bisa mengubah lingkungan biologis daerah tersebut. Data penelitian ini berupa data tertulis dan lisan. Untuk mencapai hasil yang baik, pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara yang didukung dengan teknik rekam dan pencatatan. Penelitian ini mengkaji khazanah leksikon yang ada sebelum dan sesudah berkembangnya pariwisata di kawasan ini, termasuk jenis leksikon yang bertahan, punah, dan yang berinovasi. Dari hasil analisis ditemukan banyak leksikon yang ditemukan terkait dengan lingkungan biologis di kawasan Sanur. Banyak dari leksikon ini masih bertahan sampai sekarang, tetapi beberapa telah berubah menjadi negatif, langka dan punah. Namun, beberapa flora menunjukkan adanya inovasi. Dalam kaitannya dengan aktivitas masyarakat, ditemukan leksikon-leksikon yang digunakan oleh masyarakat Sanur tidak hanya leksikon yang memiliki wujud fisik atau berupa aktivitas, tetapi ada juga beberapa leksikon hanya mengacu pada konsep (bersifat abstrak) tanpa ditemukannya benda atau kegiatan fisik/aktivitas yang diacu oleh leksikon-leksikon tersebut.

Keywords: leksikon, globalisasi, lingkungan biologis, inovasi, ekowisata linguistik.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (I Nyoman Kardana)


48 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-55

Tropical Concept As Contextual Architectural Design Strategy (Case Study: Becah Resort Architecture In Nusa Penida Island, Bali)
I Kadek Merta Wijaya, Windy Theja

Universitas Warmadewa, Jalan Terompong No. 24 Denpasar, Bali, Indonesia


Abstract

Tourism in Nusa Penida has good prospects and can still be developed more optimally. Diverse attractions are one of the potentials in the tourism sector in Nusa Penida. The beauty of the islands and beaches in Nusa Penida makes the visits of domestic and foreign tourists continue to increase every year. The development of potential land use is not maximal, this is related to the unfulfilled facilities of complete accommodation for tourists. But as tourism activities increase and tourism will increase, it will certainly be accompanied by the growth of tourist accommodation at every potential point in Nusa Penida, so it is necessary to think about the presence of contextual tourism architecture. In designing beach resort using a tropical architecture approach responsive to climate, responsive to tourism potential and pay attention to the characteristics of the area in Nusa Penida. Through the design of Beach Resort with the strong character of Nusa Penida, tourists can experience the holiday with a full experience from the context of the location as well as accommodation that can only be felt in Atuh Beach, Nusa Penida. Beach Resort is designed to provide complete facilities in the form of, residential facilities, marine tourism facilities, leisure facilities, relaxation, sports, and entertainment. The results of this planning review the specifics of the building namely tread processing pattern, entrance concept, mass concept, facade concept, circulation concept, outdoor space, indoor space, air conditioning and lighting of the building, selection of ecological materials, and sanitation system. Based on all these aspects can influence each other in producing the design of Beach Resort with a tropical architectural concept. The tropical concept is realized by the design of Beach Resort which pays attention to the aspects of visual comfort or (lighting) and thermal comfort in the building so that tourists can achieve physical comfort.

Keywords: Beach Resort, Contextual Architecture, Nusa Penida Island, Tropical Architecture

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (I Kadek Merta Wijaya)


49 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-56

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR DI DESA WISATA TIMPAG, KECAMATAN KERAMBITAN, TABANAN
I Ketut Kasta Arya Wijaya, I Wayan Arthanaya, Luh Putu Suryani*

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS WARMADEWA


Abstract

ABSTRAK
Air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan dan penghidupan manusia, permasalahan air semakin kompleks seiring dengan pesatnya perkembangan kebutuhan masyarakat, tidak hanya di daerah perkotaan juga di daerah pedesaan. Daerah Bali yang perkembangan pariwisatanya sangat pesat menambah permasalahan di bidang sumber daya air. Sehingga tidak jarang menimbulkan berpotensi konflik baik yang bersifat horisontal maupun vertikal. Desa Timpag yang sedang mengembangkan potensi desanya di bidang sumber daya air tidak terlepas dari permasalahan air. Adanya pengambilan sumber daya air yang dilakukan oleh pihak perusahaan (PDAM) menimbulkan permasalahan pada masyarakat sekitar di desa Timpag. Berdasarkan uraian tersebut di atas maka ada problem yang harus dicarikan solusinya, karena adanya hak atas air masyarakat sekitar menjadi berkurang bahkan menggangu, serta menyampingkan kebutuhan air di desa Timpag. Dalam penelitian ini mempergunakan penelitian hokum sosio-legal yakni kombinasi aatara penelitian hokum normative dengan penelitian lapangan.Hasil penelitian ini menemukan pemberdayaan masyarakat di Desa Timpag belum sepenuhnya optimal dalam pemanfaatan sumber daya air, hal ini dapat di lihat dengan masukya Perusahaan Air Minum ang mengambil sumber air yang ada di Desa Timpag, ini mempunayi implikasi terhadap pemenuhan masyarakat yang ada disekitar menjadi terganggu dan akases untuk mendapatkan air menjadi berkurang karena adanya Perusahaan yang mengambil sumber air yang ada di Bendungan Telaga Tunjung. Begitu pula terkait Kebijakan yang memberikan ijin pengusahaan air oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Tabanan yang berpotensi menggaggu kebutuhan dasar pokok masyarakat yang ada disekitar desa Timpag jelas bertentangan dengan Kebijakan nasional seperti Putusan Mahkamah Konstitusi, UU Nomor 17 tahun 2019 tentang Sumber daya Air dan peraturan pemerintah Nomor 212 Tahun 2016 tentang pengusahaan Air.
Hal tersebut di atas tentu bertentangan dengan kedudud

Keywords: sumber daya air, pemberdayaan masyarakat, pengusahaan air.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Kasta Arya Wijaya)


50 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-57

Perlindungan Hukum Pekerja anak di Bawah Umur Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun2003
DESAK GDE DWI ARINI, SH. M.HUM, AA SAGUNG LAKSMI DEWI , SH.MH, Dr.PUTU AYU SRIASH WESNA,SH.MKn

Fakultas Hukum Universitas Warmadewa


Abstract

Pengaturan mengenai perlindungan kerja anak dibawah umur itu memerlukan kebijakan tersendiri dari pengusaha, dimana pihak pengusaha tersebut juga wajib membina hubungan yang baik dengan pihak pemerintah, dalam hal ini adalah pihak Departemen Tenaga Kerja, karena ke-bijakan dan peraturan-peraturan yang dikeluarkan oleh perusahaan tidak terlepas dari pengawasannya, untuk menghindari kemungkinan terjadinya tindakan sewenang-wenang oleh pengusaha terhadap pekerja anak itu sendiri. Adapun tujuan jangka panjang dari pengaturan perlindungan hukum terhadap anak yang masih di bawah umur oleh suatu perusahaan dalam menerapkan pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2003, bahwa suatu perusahaan dilarang mempekerjakan anak yang masih dibawah umur, hal ini dikecualikan oleh pasal 69 Undang-Undang Ketenagakerjaan, karena faktor-faktor tertentu, dengan adanya kodrat manusia sebagai makhluk dimana saat-saat tertentu atau kondisi tertentu di bidang ekonomi mengalami kondisi keterpurukan, mendorong diberlakukannya Pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 yang diwujudkan dalam bentuk pengecualian bagi anak berumur 13 (tiga belas tahun) sampai dengan 15 (lima belas tahun) untuk melakukan pekerjaan ringan sepanjang tidak mengganggu perkembangan dan kesehatan fisik, mental, dan sosial. Dalam mengatasi kendala dan hambatan tersebut, pihak perusahaan berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan inti dari pasal 68 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 dalam hal melarang Perusahaan mempekerjakan pekerja anak yang masih di bawah umur dengan memberikan kebijakan tertentu dengan diberlakukan setelah diadakan musyawarah antara pihak perusahaan dan pekerja anak terlebih dahulu.
Adapun luaran jurnal ilmiah yang menjadi sasaran adalah Jurnal hukum Kertha Wicaksana yang terakreditasi dan Sosialogical Jurisprudence serta laporan penelitian.

Keywords: Perlindungan Hukum, Pekerja anak, Dibawah Umur

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Desak Gde Dwi Arini)


51 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-59

ARCHITECTURE AND CREATIVE ECONOMICS BASED SILVER CREATIVE TOURISM POTENTIAL IN CELUK VILLAGE, SUKAWATI, GIANYAR
Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri, Anak Agung Gede Raka Gunawarman, Ni Luh Anik Puspa Ningsih

Universitas Warmadewa


Abstract

The silver handicraft industry in Celuk Village, Gianyar is the second largest silver craft center in Indonesia after the Gede city of Yogyakarta. The superiority of silver handicrafts in Celuk village is the unique jewelry design and still going through the traditional craftsmanship process as well as being a tourist destination. In addition, the situation around Celuk Village is seen experiencing rapid development in terms of tourist destinations.
The existence of these destinations has the opportunity to optimize the traditional silver crafters^ settlements as tourist accommodation. There is a need for research on criteria for tourism accommodation standards, policies, and future governance to be the outcome of this research. The draft academic manuscript which can be a reference for issuing standardization and rules of custom or service is expected to encourage Celuk Village to be the best tourist destination in Gianyar Regency that is independent and able to meet the welfare of its village residents through the existing tourism potential.
By using explorative qualitative research methods, found the potential of silver crafters settlements in the village of Celuk where in addition to the space to live and work, there are areas that can be used as guest houses or homestays.

Keywords: settlement- tourism- potential

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri)


52 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-63

ADDITION OF NPK TO FERMENTED SOLID RABBIT CAGE FERTILIZER AND THE NUMBER OF PRUNED THAT ARE ACCESSED TO GROWTH AND RESULTS MELON PLANT (Cucumis melo L.)
Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya: I Gusti Bagus Udayana

PS. Agrotechnology, Faculty of Agriculture-Warmadewa University

e-mail: mawir61[at]gmail.com / bgsudayana64[at]gmail.com


Abstract

The research objective was to obtain the best dose of inorganic NPK and the best number of pruned shoots for the growth and yield of melons. This research is a factorial experiment, with the basic design randomized block design tried 2 factors repeated 3 times. The results showed that NPK gave significant to very significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, leaf area, leaf fresh weight, fresh weight of stover, root fresh weight, and fruit fresh weight. The highest fresh fruit weight was obtained at NPK 300 kg ha-1. amounting to 1.078.82 g the lowest without NPK weighing 903.56 g. The number of pruned shoots had a significant effect on fresh weight of the highest stover at pruning 2 shoots of 180.13 g, the lowest was at pruning 4 shoots with a value of 152.58 g.

Keywords: Keywords: NPK, Shoot Pruning, Rabbit Cage Fertilizer, Melon Plants

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Anak Agung Ngurah Mayun Wirajaya)


53 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-65

Tongkol (Euthynnus affinis) FERMENTATION ON ORGANOLEPTIC AND ORGANIC ACID PRODUCTION
1. Ni Made Darmadi 1, 2. Dewa Gede Semara Edi 2, 3. I Made Kawani 3

Universitas Warmadewa


Abstract

Fermentation is a type of processing and preserving fish which has a very unique process to produce flavor and longevity. With fermentation, simple compounds are formed so that they are more easily absorbed by the human body. Fermented products include food that is safe for consumption. Tongkol fish whose availability in the market is quite a lot can be used as fermented tuna to diversify processed fish.
The research objective is the creation of fermentation technology with the best fermentation of the three types of fermentation used as treatment so as to create a new innovative product of fermented tuna with the best Organoleptic Value and Organic Acid.
The study used an experimental method with a completely randomized design (CRD) with three treatments and three repetitions each, after which data analysis was carried out using ANOVA with the BNT test.
The results showed that the combination of Fermen Bromelin 50% with Papain 50% produced the best Organoleptic with Lactic Acid Value of 2,720%, Acetic Acid 1,810 and Butyric Acid 2,767%.

Keywords: Keywords: Tuna, Fermentation, Lactic Acid Bacteria

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Ni Made Darmadi)


54 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-66

DAMPAK PERKEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA TERKAIT DENGAN PELANGGARAN PEMANFAATAN SEMPADAN JURANG OLEH PENGUSAHA PARIWISATA DI KABUPATEN GIANYAR
Luh Putu Suryani, Ida Ayu Putu Widiati, Indah Permatasari

Universitas Warmadewa


Abstract

Industri pariwisata merupakan salah satu industri yang sangat berkembang di Bali khususnya di Kabupaten Gianyar. Salah satu faktor yang mendukung perkembangan industri pariwisata adalah pengusaha pariwisata. Pengusaha pariwisata dalam hal ini berperan dalam hal menyediakan fasilitas pendukung demi berjalannya kegiatan pariwisata. Namun permasalahan yang kemudian muncul ialah masih ditemui adanya pembangunan pada kawasan sempadan jurang di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini mengkaji mengenai dampak perkembangan industri pariwisata terkait dengan pelanggaran pemanfaatan sempadan jurang oleh pengusaha pariwisata di Kabupaten Gianyar, selain permasalahan tersebut akan dikonstruksikan norma hukum yang sesuai dengan konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development). Data diperoleh melalui teknik observasi serta wawancara dengan dinas terkait. Keseluruhan data yang terkumpul akan diolah dan dianalisis dengan cara menyusun data secara sistematis, diklasifikasikan, dan dihubungkan antara satu data dengan data yang lainnya. Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan industri pariwisata berdampak pada adanya pembangunan fasilitas penunjang pariwisata pada kawasan sempadan jurang di Kabupaten Gianyar yang ditunjukkan dengan masih ditemuinya fasilitas penunjang pariwisata pada kawasan sempadan jurang di Kabupaten Gianyar. Konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism development) merupakan arah pengembangan pariwisata yang berkualitas yang sangat penting untuk diterapkan dikarenakan konsep pengembangan pariwisata ini dapat memberikan dampak positif serta tidak memberikan dampak negatif yang besar terhadap lingkungan. &#8232-

Keywords: Pariwisata- sempadan jurang- pengusaha pariwisata.

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Luh Putu Suryani)


55 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-67

Penerapan Sanksi Adat Dalam Penistaan Tempat Suci Di Desa Padang Tegal, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar
Diah Gayatri Sudibya.,SH.,MH , Dessy Lina Oktaviani Suendra, SH.,MH , Kade Richa Mulyawati, SH.,MH

Universitas Warmadewa
Jalan Terompong Nomor 24

Fakultas Hukum


Abstract

Penelitian dengan skim Penelitian Dasar Unggulan ini bertujuan dalam rangka mewujudkan keteraturan hukum di masyarakat, khususnya mengenai sanksi yang dapat dijatuhkan bagi pelaku tindak pidana penistaan tempat suci. Untuk melindungi tempat suci yang banyak tersebar di Bali diperlukan adanya sanksi baik dalam peraturan perundang-undangan maupun berupa awig-awig desa apabila terjadi penistaan terhadap tempat suci di Bali tetapi sayangnya hal tersebut belum diatur secara tegas di dalam peraturan yang ada. Selain itu sosialisasi atau pemahaman yang diberikan mengenai arti penting tempat suci sangat kurang sehingga banyak terjadi kasus-kasus penistaan tempat suci yang dilakukan oleh para wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri. Permasalahan yang diangkat untuk dianalisa dan dijawab dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimanakah Penerapan Sanksi Adat Dalam Penistaan Tempat Suci Menurut Hukum Positif ? 2. Bagaimanakah Penyelesaian Kasus Penistaan Tempat Suci Di Desa Padang Tegal, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ? metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum empiris. Adapun hasil penelitian yang di dapat adalah dalam hukum positif di Indonesia belum ada pengaturan secara mengkhusus mengenai penistaan tempat suci pada kawasan Tempat Suci yang menjadi DTW (Daya Tarik Wisata). Sedangkan pada kasus penistaan tempat suci di Desa Padang Tegal, Ubud, penyelesaiannya dilakukan dengan cara melakukan musyawarah antara pelaku dengan bendesa adat kemudian desa melakukan ritual guru piduka serta menutup akses untuk umum menuju ke pura beji tempat terjadinya pelecehan tersebut.

Keywords: Sanksi adat, Penistaan Tempat Suci, Pariwisata

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Diah Gayatri Sudibya)


56 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-68

Mitigation Model of Subak Landscape and Water Source Vulnerability due to Ecotourism Development in Subak Mambal in Badung Regency
I Gusti Agung Putu Eryani (a*), Cok Agung Yujana (a), I Wayan Muliawan (a)

a. Faculty of Engineering and Planning, Warmadewa University
Terompong Street No.24, Denpasar City, Bali, 80239, Indonesia
*eryaniagung[at]gmail.com


Abstract

Subak in Badung Regency has been planned to be developed as an ecotourism area because it has a beautiful landscape that is very popular with the community. One of the subaks in Badung Regency that is being developed as ecotourism is Subak Mambal. Besides having a positive impact, ecotourism development can also have negative impacts. So to preserve the subak landscape in Subak Mambal, a mitigation model is needed to optimize the positive impacts of ecotourism development and prevent negative impacts that may arise in the ecotourism development process in Badung Regency both in terms of the environment and water availability. With this model, it is hoped that it can become a reference in the implementation of ecotourism development in Badung Regency so that it can reduce the negative impacts that might occur. The tools used in this research are drones, questionnaires, gauges, GPS, and autocad software. Where drones and GPS are used to take aerial photos of the existing conditions, questionnaires are used to survey the existing conditions of Subak Mambal and related ecotourism development conditions, and autocad software to visualize irrigation areas. This research is a descriptive method, using quantitative and qualitative analysis according to the needs of each study. The approach used is a survey approach, observation, literature study and interviews using a questionnaire and in-depth interviews with selected respondents. After conducting surveys and questionnaires, a SWOT model was created to determine the mitigation model to deal with the possible negative impacts that occur in the subak landscape and water sources due to the development of ecotourism in Badung Regency to maintain the sustainability of the subak ecosystem and optimize the positive impact of ecotourism development so that it can improve people lives around.

Keywords: subak landscape, ecotourism, sustainability of water resources, mitigation

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (I Gusti Agung Putu Eryani)


57 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-69

IMPROVING COGNITIVE DOMAIN OF GRADUATE STUDENTS ON APPLIED LINGUISTICS SUBJECT THROUGH THE IMPLEMENTATION OF BLENDED LEARNING
Mirsa Umiyati

Universitas Warmadewa


Abstract

One of the strategies that can improve the students^ achievement is blended learning. Blended learning is a learning method in which face to face learning are combined with online learning. The present study aims to evaluate the implementation of blended learning to improve students^ achievement in applied linguistics in the linguistic department, and the students^ achievement was expected to improve. This strategy was implemented to improve the applied linguistics students^ achievement at magister of linguistics, postgraduate program. Several previous studies have indicated that blended learning is effective in improving student achievement, such as the studies conducted by Marchalot et al (2018), Khodeir (2018), Alsalhi et al (2019), Li et a (2019), Yigzaw et al (2019), Yao (2019), Cocquyt et al (2019), Law et al (2019), Asarta and Schmidt (2019). This research design was cross-sectional in which the data were collected once in certain period of time. The population study was all student of linguistics department that were enrolled in year of 2018/2019 and year 2019/2020 with the total number of 19 and 16 person respectively. No sampling was done, all population were considered as the objects of study. The method of data collections were direct interviewed based on standardized questionnaire and applying end semester exam. The finding of this study showed that the average score achieved by the students using face to face learning methods was 85.4531 while average scores achieved by the students with blended learning was 94.1000. Both scores were highly significant different with p < 0.01. In conclusion, blended learning is more effective compared to offline learning.

Keywords: applied linguistics- face to face learning- blended learning

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Mirsa Umiyati)


58 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-71

DRY MATTER DIGESTIBILITY, ORGANIC MATTER AND DIGESTIBILITY IN VITRO OF THE SETARIA GRASS AT THE TYPES AND DIFFERENT DOSAGE OF FERTILIZERS
YAN TONGA, I NYOMAN KACA, LUH SUARIANI

Department of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, University of Warmadewa


Abstract

A study was conducted to determine the digestibility of dry matter, organic matter, and digestibility of the Setaria grass invitro at different types and dosages of fertilizers. This research was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Warmadewa University, which is located at Jalan Terompong Number 24 Tanjung Bungkak Denpasar Bali from May 29, 2020 to July 18, 2020. The analysis of dry matter and organic matter digestibility and in vitro digestibility was carried out at the Animal Nutrition and Forage Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University from July to August 2020.
This study used a randomized block design (RAK) with a 2 x 4 factorial pattern. Factor A was 2 types of manure, and factor B had 4 levels of fertilizer. Factor A, namely: S = manure from cow, K = manure from goat. The dosages used are: D0 = without fertilizer (0 ton/ha), D1 = 10 ton/ha, D2 = 20 ton/ha, and D3 = 30 ton/ha. The variables observed were: dry matter digestibility, organic matter digestibility, and in vitro digestibility of Setaria grass grown at different types and doses of manure.
The results of research and statistical analysis, it was found that there was no interaction between the type and dose of fertilizer for all observed variables. Type of Fertilizer and Fertilizer Dosage partially (single) gave a very significant difference (P <0.01) on the digestibility of dry matter, organic matter, and In Vitro Digestibility of Setaria grass.

Keywords: Fertilizer, Setaria, Dry Matter Digestibility, Organic Matter Digestibility, In vitro Digestibility

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (Yan Tonga)


59 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-72

OPTIMALISASI PERANAN PEMERINTAH KOTA DENPASAR DALAM PENGAWASAN PENJUALAN BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) ECERAN PERTAMINI
Ni Made Puspasutari Ujianti, SH.,MH, A.A Sagung Laksmi Dewi, SH.,MH, Luh Putu Suryani, SH.,MH

Universitas Warmadewa
Jalan Terompong No. 24

Fakultas Hukum


Abstract

Penelitian dengan skim Penelitian Dasar ini mengulas tentang peran Pemerintah Kota Denpasar dalam melaksanakan pengawasan terhadap penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceeran Pertamini. Sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah, Provinsi, Kabupaten/Kota sebagai bagian integral dari urusan otonomi daerah, yang memberikan kewenangan kepada Pemerintah Daerah untuk mengeluarkan izin usaha kepada setiap pelaku usaha yang memnuhi kriteria untuk melakukan kegiatan usaha. Khusus untuk penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui UU No 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi sebagai penyalur BBM. Setelah ijin diberikan, selanjutnya tugas dari pemerintah daerah adalah melakukan pengawasan terhadap izin yang telah diterbitkan. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah 1) Kewenangan Pemerintah Kota Denpasar dalam pemberian izin penjualan Bahan Bakar Minyak ( BBM) eceran Pertamini sesuai dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas Bumi- 2) Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan peranan Pemerintah Kota Denpasar dalam mengawasi penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran Pertamini? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah normative, dengan pendekatan konseptual dan pendekatan perundang-undangan. Adapun hasil yang didapatkan adalah pemerintah Kota Denpasar tidak berwenang mengeluarkan izin penjualan bahan bakar minyak eceran Pertamini, dan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar dalam mengawasi penjualan BBM eceran adalah dengan tetap melakukan koordinasi ke kelurahan maupun Desa yang mengeluarkan rekomendasi penjualan BBM eceran Pertamini.

Keywords: Optimalisasi peranan pemerintah, pengawasan penjualan, pertamini

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (puspasutari ujianti)


60 Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat ABS-74

Sanksi Adat Kasepekang dalam Hukum Adat Bali
I Ketut Sukadana, Diah Gayatri Sudibia, Ni Made Sukaryati Karma

Fakultas Hukum Universitas Warmadewa


Abstract

Nomor 4 Tahun 2019, memiliki sistem pemerintahan yang sama. Kegiatan yang dilakukan dalam desa adat meliputi bidang adat dan keagamaan, dimana suatu desa adat di Bali memiliki aturan adat tersendiri yang dituangkan dalam awig-awig desa. Pemerintahan desa adat bersifat otonom, dalam arti setiap desa adat mempunyai aturan tesendiri yang hanya berlaku bagi warga desa/ banjar yang bersangkutan. Secara umum aturan-aturan yang tertuang dalam awig-awig sama sekali tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang berlaku baik di tingkat nasional maupun daerah. Tetapi dalam kenyataannya masih ditemukan awig-awig dibeberapa desa adat yang memuat sanksi yang tidak cocok lagi dengan perkembangan jaman, seperti misalnya masih menerapkan sanksi adat kasepekang yaitu pengucilan dari pergaulan hidup bersama. Pengucilan warga masyarakat ini tidak tanggung-tanggung, bahkan ada yang sampai menutup akses ke luar dari tanah pekarangan rumahnya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini: (1) pengaturan sanksi dalam hukum adat Bali, dan (2) Faktor yang menjadi alasan diterapkannya sanksi adat kasepekang. Tipe penelitian ini adalah empiris dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap informan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disampaikan bahwa pengaturan sanksi adat tercantum dalam awig-awig setiap desa adat yaitu indik pamidanda (perihal sanksi)- Adapun yang menjadi alasan masih diterapkannya sanksi kasepekang dalam kehidupan masyarakat adalah karena yang bersangkutan bersikap keterlaluan dan sulit dibina, disamping jenis sanksi ini tercantum dalam awig-awig sehingga prajuru adat (pemimpin adat) masih mempunyai landasan hukum untuk menerapkannya.

Keywords: hukum adat Bali, pelanggaran awig-awig, sanksi adat, pengucilan

Share Link | Plain Format | Corresponding Author (I Ketut Sukadana)


Page 2 (data 31 to 60 of 101) | Displayed ini 30 data/page
<< PREV 1 2 3 4 NEXT >>

SEMNAS 2020 - Conference Management System

Powered By Konfrenzi Standard 1.832L-Build7 © 2007-2026 All Rights Reserved