SEMNAS 2020
Conference Management System
Main Site
Submission Guide
Register
Login
User List | Statistics
Abstract List | Statistics
Paper List
Presentation Video
Online Q&A Forum
Access Mode
Ifory System
:: Abstract ::

<< back

Sanksi Adat Kasepekang dalam Hukum Adat Bali
I Ketut Sukadana, Diah Gayatri Sudibia, Ni Made Sukaryati Karma

Fakultas Hukum Universitas Warmadewa


Abstract

Nomor 4 Tahun 2019, memiliki sistem pemerintahan yang sama. Kegiatan yang dilakukan dalam desa adat meliputi bidang adat dan keagamaan, dimana suatu desa adat di Bali memiliki aturan adat tersendiri yang dituangkan dalam awig-awig desa. Pemerintahan desa adat bersifat otonom, dalam arti setiap desa adat mempunyai aturan tesendiri yang hanya berlaku bagi warga desa/ banjar yang bersangkutan. Secara umum aturan-aturan yang tertuang dalam awig-awig sama sekali tidak boleh bertentangan dengan peraturan yang berlaku baik di tingkat nasional maupun daerah. Tetapi dalam kenyataannya masih ditemukan awig-awig dibeberapa desa adat yang memuat sanksi yang tidak cocok lagi dengan perkembangan jaman, seperti misalnya masih menerapkan sanksi adat kasepekang yaitu pengucilan dari pergaulan hidup bersama. Pengucilan warga masyarakat ini tidak tanggung-tanggung, bahkan ada yang sampai menutup akses ke luar dari tanah pekarangan rumahnya. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini: (1) pengaturan sanksi dalam hukum adat Bali, dan (2) Faktor yang menjadi alasan diterapkannya sanksi adat kasepekang. Tipe penelitian ini adalah empiris dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap informan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disampaikan bahwa pengaturan sanksi adat tercantum dalam awig-awig setiap desa adat yaitu indik pamidanda (perihal sanksi)- Adapun yang menjadi alasan masih diterapkannya sanksi kasepekang dalam kehidupan masyarakat adalah karena yang bersangkutan bersikap keterlaluan dan sulit dibina, disamping jenis sanksi ini tercantum dalam awig-awig sehingga prajuru adat (pemimpin adat) masih mempunyai landasan hukum untuk menerapkannya.

Keywords: hukum adat Bali, pelanggaran awig-awig, sanksi adat, pengucilan

Topic: Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat

Plain Format | Corresponding Author (I Ketut Sukadana)

Share Link

Share your abstract link to your social media or profile page

SEMNAS 2020 - Conference Management System

Powered By Konfrenzi Standard 1.832L-Build7 © 2007-2026 All Rights Reserved