Menentukan Karakteristik Ruang Jalan Untuk Arahan Rancang Kawasan Pariwisata di Pusat Kota Semarapura. Nurwarsih, Ni Wayan- Sastrawan, I Wayan Wirya- Pradnyaswari A.P, Ni Putu Ratih
Universitas Warmadewa
Abstract
Kota Semarapura menawarkan tata ruang pada Pusat Kota yang ramah untuk wisatawan yang memiliki waktu kunjung terbatas. Patung Kanda Pat Sari sebagai Landamark menandai pusat Kota Semarapura, yang membagi Kawasan kota menjadi empat area dengan fungsinya yang berbeda. Di Bali persimpangan jalan yang berjumlah empat ini disebut sebagai Catuspata. Catuspata merupakan pusat dari sebuah wilayah yang disakralkan, dan dipercaya memiliki kekuatan simpul-simpul energi alam mewakili Panca Dewata yakni Utara Dewa Wisnu, di timur Dewa Iswara, di Selatan Dewa Brahma, di Barat Dewa Mahadewa, dan di tengah adalah Dewa Siwa. Catuspata yang merupakan pusat sekaligus pembagi wilayah dalam beberapa sumber dijelaskan bahwa : Catuspata beserta hulu-teben (atas-bawah) merupakan konsep penataan ruang permukiman dengan kelengkapannya, seperti pasar, pusat pemerintahan, permukiman, wantilan (balai rakyat) dan sebagainya.
Dalam penelitian ini, wilayah Catuspata tersebut menjadi pusat orientasi objek penelitian dimana ruang jalan yang dimaksud untuk arahan rancang kawasan pariwisata akan berada disepanjang ruang jalan tersebut. Bagaimana potensi strategis dalam pengembangan kota wisata, struktur kota dan Kawasan pariwisata serta ruang jalan berupa street floor dan street wall akan didefinisikan.
Metoda yang digunakan adalah kuantitatif dengan cara mengumpulkan data objek fisik yang ada dilapangan secara objektif, lalu mengukur dengan variable-variable yang sudah ditentukan dan menampilkannya dalam bentuk angka, kemudian dilakukan Analisa secara rasionalistik. Akan dibuat penggalan-penggalan Kawasan guna mempermudah Analisa, yang didasarkan atas pertimbangan kategorisasi, keunikan tempat, bentuk dan situasi tapak, serta fungsi-fungsi tertentu.
Hasil dan temuan yang sangat terlihat, berupa bentuk baru kota semarapura yang tidak lagi menjadi kota kerajaan akibat dari perubahan aktivitas dan kebutuhan masyarakat. Kepentingan ruang jalan dimana perdagangan yang lebih berorientasi untuk wisatawan
Keywords: Ruang jalan, Struktur kota, kuantitatif, Kegiatan wisata.
Topic: Menggali Potensi Lokasi Sebagai Keunggulan Daya Saing Masyarakat