Pelatihan Penggunaan Modul Ketahanan Keluarga Anti Narkotika bagi Guru tingkat SMP di Indramayu Hilma Fitriyani (a*), Karsih (a), Susi Fitri (b)
a) Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
*hilma[at]unj.ac.id
b)Program Program Studi S2 Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Survei nasional pada 2021 mendapati bahwa prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia meningkat 0,15 persen sehingga menjadi 1,95% atau sebanyak 3,66 juta jiwa. Kondisi ini perlu untuk ditindaklanjuti. Tidak hanya terkait pada pemberantasannya, namun juga pada upaya pencegahan sehingga tidak lebih banyak yang tergelincir menggunakan narkotika terutama pada kalangan peserta didik di usia remaja.
Pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu dilakukan melalui Upaya intervensi yang mendasar, yaitu melibatkan peran keluarga. Pengasuhan orangtua dan interaksi yang hangat di dalam keluarga memberi pengaruh positif terhadap tumbuh kembang anak dan membantunya untuk memperkuat diri dari penyalahgunaan narkoba.
Intervensi Ketahanan Keluarga anti Narkotika merupakan intervensi yang diketahui memberi dampak positif jangka Panjang terhadap kemampuan pengasuhan orangtua dan resiliensi anak, sehingga penggunaannya perlu lebih diperluas.
Melatih guru untuk menggunakan modul ketahanan keluarga anti narkotika memberikan kesempatan yang besar untuk memperluas penyebaran intervensi dengan melihat hasil evaluasi kegiatan yang menunjukkan modul intervensi ketahanan keluarga anti narkotika dapat dipahami oleh guru. Simulasi yang dilakukan oleh peserta menunjukkan bahwa guru dapat memahami isi modul, memahami cara penggunaan modul, menunjukkan keterampilan yang memadai sebagai fasilitator intervensi ketahanan keluarga anti narkotika. Para guru juga menunjukkan optimisme bahwa program tersebut dapat dijalankan di sekolahnya untuk memberikan intervensi pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada orangtua dan peserta didik.