Pelatihan Tari Betawi Berjudul Tari Nyai Cukin Berbasis Akulturasi Budaya Peranakan Tionghoa Bagi Mahasiswa di Hebei International Studies University B Kristiono Soewardje SE SSn MSn
Universitas Negeri Jakarta
Abstract
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkenalkan seni budaya Betawi yang berlandaskan akulturasi budaya peranakan Tionghoa melalui pelatihan tari Nyai Cukin. Selain itu, program ini juga bertujuan mendorong kolaborasi budaya antara Hebei International Studies University (HISU) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). HISU, sebagai mitra UNJ yang berlokasi di Shijiazhuang, Provinsi Hebei, memiliki lebih dari 21.000 mahasiswa dan 1.358 dosen serta staf, termasuk akademisi dan ahli asing. HISU telah tumbuh menjadi universitas yang komprehensif dan berskala internasional, serta merupakan satu-satunya universitas bahasa internasional mandiri di Provinsi Hebei. Mahasiswa HISU diwajibkan mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) dari semester awal hingga semester akhir, dengan fokus juga pada pengenalan budaya Indonesia dalam kurikulumnya. Pelatihan tari Nyai Cukin, yang mencerminkan akulturasi budaya peranakan Tionghoa, menggunakan metode pembelajaran demonstrasi dan imitasi. Metode ini dirancang untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami gerakan tari. Pelatihan dilakukan baik secara daring maupun tatap muka, dengan menyajikan sejarah tari, video pertunjukan, serta video pembelajaran. Pendekatan ini sangat membantu mahasiswa HISU dalam mempelajari dan menguasai tari Nyai Cukin, sehingga mereka berhasil menampilkan tarian tersebut di depan mahasiswa baru dengan baik
Keywords: Pelatihan Tari, Tari Nyai Cukin, Budaya Peranakan Tionghoa