PITFK UNJANI XII
Conference Management System
Main Site
Submission Guide
Register
Login
User List | Statistics
Abstract List | Statistics
Paper List
Reviewer List
Presentation Video
Online Q&A Forum
Access Mode
Ifory System
:: Abstract ::

<< back

INTEGRATED VECTOR MANAGEMENT DI MASA PANDEMI COVID 19
Emma Mardliyah Hidayat, Lutfhi Nurlaela

Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani
Cimahi


Abstract

Pandemi coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, sekarang menjadi krisis kesehatan mayor. Pada Juli 2020, terdapat 14 juta kasus dan lebih dari 600.000 kematian di seluruh dunia, dan menyebabkan disrupsi ekonomi dan sosial yang hebat. Meskipun pandemi ini menjadi perhatian utama, masih banyak penyakit infeksius lain yang terus meningkat jumlahnya. World Health Organization (WHO) telah menekankan pentingnya meneruskan usaha dalam mencegah, mendeteksi, dan mengobati malaria dalam masa pandemi ini. Pendekatan serupa sebaiknya diadopsi untuk pengendalian penyakit arboviral lain seperti dengue, Zika, chikungunya, dan demam kuning, sebagaimana dicantumkan Pan-American Health Organization (PAHO) dalam panduan interim mereka mengenai pengendalian nyamuk Aedes aegypti di masa pandemi COVID-19. Intervensi kesehatan masyarakat yang diinisiasikan guna menghentikan penyebaran COVID-19 sangat mempengaruhi aktivitas pemantauan dan pengendalian vektor. Kombinasi dampak COVID-19 dengan epidemi dengue atau (Vector Borne Disease) VBD lainnya berkonsekuensi berat pada populasi berisiko. Bersirkulasinya dengue bersamaan dengan COVID-19 mungkin menghasilkan berbagai luaran yang tidak diinginkan seperti ko-infeksi- lambatnya diagnosis, tatalaksana, dan usaha mitigasi- sistem kesehatan yang kewalahan- kurangnya pelaporan kasus- penurunan pemantauan dan intervensi pengendalian- dan eksaserbasi kesenjangan sosial. Jelas, lockdown sangat membahayakan efektivitas pengendalian vektor, khususnya kampanye mobilisasi sosial dan penyemprotan insektisida preventif. Oleh karena itu, kegagalan dalam implementasi usaha pengendalian vektor secara maksimal dapat berujung pada pengurangan efektivitasnya secara keseluruhan dan meningkatkan risiko sirkulasi VBD. Komunitas kesehatan dan pembuat kebijakan perlu mengembangkan kebijakan proaktif dan mengalokasikan sumber daya yang adekuat guna mencegah dan menangani munculnya dengue dan VBD lain dalam era baru COVID-19.

Keywords: Aedes aegypti, COVID-19, integrated vektor management

Topic: Epidemology

Plain Format | Corresponding Author (Lutfhi Nurlaela)

Share Link

Share your abstract link to your social media or profile page

PITFK UNJANI XII - Conference Management System

Powered By Konfrenzi Ultimate 1.832L-Build9m © 2007-2026 All Rights Reserved