|
PELATIHAN BAHASA JEPANG BAGI PEKERJA ASING DI JEPANG Universitas Negeri Jakarta Abstract Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan bahasa Jepang tingkat dasar kepada para pekerja asing di Jepang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi Universitas Negeri Jakarta terhadap permasalahan di tingkat internasional, khususnya di Jepang sebagai salah satu negara di benua Asia. Seperti diketahui, saat ini Jepang merupakan salah satu negara yang banyak mempekerjakan tenaga kerja asing di negaranya. Hal ini dikarenakan secara demografis Jepang merupakan negara dengan hyper-age tertinggi di dunia. Data menunjukkan bahwa 21% penduduk Jepang adalah lansia yang berusia 65 tahun ke atas, dan diprediksi pada tahun 2050 jumlah lansia akan mencapai 40%. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa Jepang membutuhkan tenaga kerja usia produktif dari negara lain. Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja, diketahui bahwa hingga Oktober 2023 jumlah tenaga kerja asing di Jepang memecahkan rekor selama 11 tahun terakhir, yaitu mencapai lebih dari 2 juta orang. Terlepas dari keuntungan yang diperoleh Jepang, ada beberapa kendala yang muncul seiring bertambahnya jumlah warga negara asing yang tinggal dan bekerja di Jepang. Salah satunya adalah masalah komunikasi. Adanya tembok bahasa atau ^kotoba no kabe^ antara perusahaan sebagai pengguna dengan warga negara asing sebagai pekerja yang tentunya sangat mempengaruhi kinerja perusahaan. Sasarannya P2M adalah para pekerja berkewarganegaraan Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Dari hasil survey pendahuluan diketahui bahwa pelatihan bahasa Jepang yang dibutuhkan adalah pelatihan Japanese Language Proficiency Test level N3 dan N4. Metode yang digunakan adalah pelatihan melalui platform Zoom yang dilakukan seminggu sekali pada hari Sabtu selama 2 bulan. Di akhir sesi diberikan tes simulasi JLPT bekerja sama dengan UPT Bahasa UNJ, dan diketahui 60% peserta dinyatakan lulus JLPT N4 dan 20% peserta dinyatakan lulus JLPT N3. Dari hasil survey pasca pendahuluan diketahui bahwa peserta puas dan setuju jika kegiatan serupa diadakan kembali pada tahun mendatang. Selain itu diketahui bahwa 72,7% peserta memiliki permasalahan waktu pelaksanaan. Hal ini dikarenakan para pekerja tetap bekerja pada hari Sabtu maupun Minggu, sehingga perlu dipikirkan solusi dalam waktu pelaksanaan di masa mendatang. Keywords: pekerja asing, Jepang, kotoba no kabe, pelatihan, JLPT Topic: Pendidikan |
| SNPPM 2024 Conference | Conference Management System |