Pelatihan Pemanfaatan Energi-Matahari sebagai Sumber Energi Alternatif bagi Masyarakat Desa Pantai Sederhana Kecamatan Muaragembong Bekasi JAWA BARAT
Wisnu Djatmiko- Arum Setyowati- Rusmono- Cindy N. Trilia- Asy S. Sajidah

Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika
Fakultas Teknik
Universitas Negeri Jakarta


Abstract

Pantai Sederhana adalah sebuah desa yang salah-satu sisinya berbatasan dengan Pantai Utara Jawa (sisi Barat) yang luas 13,8Km2 dan secara administrasi masuk dalam wilayah Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Area desa Pantai Sederhana, didominasi oleh hutan-lindung, tambak-udang, dan sisa area lainnya digunakan sebagai wilayah permukiman, industri, instalasi milik swasta/pemerintahan, dan seluruh area di wilayah desa Pantai Sederhana mendapat paparan cahaya Matahari penuh (minimal 11 jam) sepanjang hari. Mayoritas penduduk desa Pantai Sederhana (sebanyak 3814 jiwa) adalah bekerja sebagai nelayan, buruh-tani, dan pegawai/wiraswasta. Permasalahan sosial dan fisik yang terjadi di desa Pantai Sederhana adalah sumberdaya manusia (tingkat pendidikan dan pendapatan yang rendah), sanitasi masyarakat yang belum memadai, dan lingkungan yang perlu perencanaan-pembenahan yang komprehensif, yaitu sering terjadinya bencana-alam (abrasi, banjir-rob, dan banjir luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum). Walau pun kondisi mayoritas masyarakat penduduk desa Pantai Sederhana masih memerlukan peningkatan dalam banyak hal, tetapi di era kemajuan teknologi dan komunikasi yang berkembang dengan pesat seperti di tahun 2024 ini, lampu-penerangan di dalam rumah dan Handphone (alat komunikasi dan hiburan telah dimiliki hampir oleh seluruh Masyarakat desa Pantai Sederhana) digunakan untuk meningkatkan produktifitas atau mendukung aktifitas kehidupan mereka sehari-hari. Walau pun data PLN menyebutkan bahwa rasio-elektrifikasi di Kabupaten Bekasi (secara keseluruhan) telah mencapai 100 persen, tetapi fakta hasil observasi lapangan menunjukkan masih terdapatnya data jumlah kepala keluarga (KK) yang memperoleh listrik dari rumah tetangga atau yang disebut ^nyantol^ atau belum mempunyai sambungan Listrik PLN, dan tegangan-listrik yang tidak stabil (tegangan di bawah 160VAC), dan sering terjadinya pemadaman-listrik selama rentang-waktu tertentu dalam sehari, sehingga menyebabkan banyaknya perumahan-pendudukan yang tidak mempunyai penerangan yang baik saat malam hari, dan produktifitas penggunaan Handphone Masyarakat desa Pantai Sederhana menjadi buruk karena Handphone sering kehabisan daya-baterai atau kapasitas baterai Handphone tidak diisi secara maksimal karena tidak tersedianya sumber Listrik yang valid.
Terdapat 2 (dua) solusi yang ditawarkan untuk dilaksanakan oleh tim pengusul kegiatan PKM di desa Pantai Sederhana, yaitu: (1) memberikan pelatihan untuk meningkatkan literasi pemanfaatan energi-terbarukan dalam hal system pembangkit tegangan DC untuk dapat mengisi bateray yang dapat digunakan untuk menyalakan lampu-DC saat malam hari dan digunakan untuk mengisi daya Handphone- dan (2) memberikan pengalaman kongkrit dalam merakit atau menginstalasi system pengisi baterai berbasis panel-surya untuk menyalakan lampu-DC dan mengisi daya handphone kepada Masyarakat desa Pantai Sederhana Kabupaten Bekasi Jawa Barat. Target yang akan dicapai oleh tim pengusul kegiatan PKM adalah naiknya literasi Masyarakat desa Pantai Sederhana Kabupaten Bekasi Jawa Barat dalam bidang pemanfaatan energi-terbarukan dalam Upaya mitigasi energi Listrik, dan Masyarakat peserta pelatihan mempunyai pengetahuan dan keterampilan dalam menginstallasi system pengisi baterai berbasis panel-surya untuk menyalakan lampu-DC dan mengisi daya handphone. Tim pengusul kegiatan PKM juga akan membuat luaran berbentuk sosialisasi kegiatan yang dimuat di media-digital, video sosilasisi kegiatan yang diupload ke aplikasi YouTube, dan juga akan dibuat artikel kegiatan PKM untuk dimuat di proceeding seminar PKM Nasional.
Kegiatan PKM bagi masyarakat Desa Pantai Sederhana Muara Gembong Bekasi Jawa barat telah selesai dilaksanakan pada hari Kamis 20 Juni 2024 (bertempat di Aula SMK Swasta Yapinuh Muara Gembong dengan durasi pelatihan selam lima-jam) dengan kegiatan pelatihan ke delapan guru-guru warga desa Pantai Sederhana Muara Gembong yang bekerja sebagai guru di SMK Swasta Yapinuh Muara Gembong. Tujuan pelatihan adalah: (1) untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan sinar Matahari dalam sistem pengisi baterai Li-Ion menggunakan Panel-Surya- dan (2) untuk melatih keterampilan dalam menginstalasi system pengisi baterai Li-Ion sebagai sumber-aternatif untuk mengisi daya HandPhone dan Lampu Penerangan Darurat. Proses kegiatan pelatihan juga melibatkan dua-mahasiwa, yaitu: (1) Cindy Novita Trilia- dan (2) Asy Syaffa Sajidah.
Terdapat tiga dampak-positif sebagai hasil dari kegiatan P2M berbentuk pelatihan yang telah dilaksanakan, yaitu: (1) terjadinya peningkatan-literasi masyarakat desa Pantai Sederhana di bidang energi-terbarukan berupa keterampilan dalam menginstall system pengisi-daya Handphone berbasis Solar-Cell untuk mengisi Power-bank atau Batterai handphone- (2) mendukung terwujudnya program kampung-iklim di Desa Pantai Sederhana Muara Gembong Bekasi- dan (3) meningkatkan efisiensi dan produktifitas guru-guru SMK Swasta Yapinuh.

Keywords: pelatihan energi terbarukan

Topic: Sains dan Teknologi

SNPPM 2024 Conference | Conference Management System